ESTER MERYANA
Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2011 akan berakhir hari ini, Minggu (10/7/2011), di JCC, Jakarta.
JAKARTA, KOMPAS.com — Siswa SMK Probolinggo, Pasuruan, Singosari, Madiun, dan Surakarta berhasil menciptakan alat angkut pedesaan yang murah. Inovasi ini dipamerkan dalam Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2011 pada 9-10 Juli 2011. Angkutan ini bisa digunakan bagi warga pedesaan untuk membawa hasil pertanian. Tak tanggung-tanggung, selama pameran berhasil terjual 297 unit kendaraan tersebut, dengan harga jual Rp 60 juta-Rp 65 juta per unit, stand SMK mendapatkan total transaksi sekitar Rp 44,09 miliar.
Direktur Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan Nasional Joko Sutrisno mengatakan, penjualan alat transportasi ini belum berorientasi pada profit.
“Karena pada awalnya kami ingin memberikan pengajaran kepada siswa untuk berwirausaha. Selain itu, kegiatan seperti ini bisa membuat siswa berinteraksi dengan para pengguna jasa,” ujar Joko dalam jumpa pers di Kementerian Pendidikan Nasional, Jakarta, Rabu (13/7/2011).
Saat ini, katanya, perizinan agar alat angkut ini bisa beroperasi di jalan masih diupayakan. "Saat ini kami sedang mengurus izinnya ke Kementeian Perhubungan sehingga para pengguna bisa menggunakannya di jalan raya. Jadi, penggunaannya tidak hanya di daerah pedalaman, tetapi bisa dibawa ke pasar jika ingin menjual hasil bumi,” kata Joko.
Selain alat angkutan pedesaan, masih banyak inovasi yang ditampilkan pada PKII 2011, di antaranya industri kreatif batik, seni ukir, seni lukis, tata rias, hingga alat elektronik hasil rakitan para siswa SMK.
Kegiatan yang diselenggarakan setiap tahun ini diikuti oleh 27 SMK di seluruh Indonesia. Penjualan di stand SMK sendiri menembus angka Rp 2,5 miliar. Angka ini mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya mendapatkan nominal Rp 1,3 miliar. Keuntungan terbesar di dapat dari stand boga, di mana para siswa menjual aneka kuliner hasil kreasi para siswa.
