Jumat, 25 Juli 2014

News / Edukasi

Kompetisi Matematika Internasional

Disiapkan Beasiswa untuk Sang Juara

Selasa, 19 Juli 2011 | 15:12 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com — Pemerintah memberikan beasiswa pendidikan bagi peserta yang berhasil meraih juara dalam kompetisi Matematika Internasional 2011 yang sedang berlangsung di Sanur, Bali. Beasiswa ini di luar penghargaan juara yang akan diterima dari penyelenggara kompetisi.

"Indonesia sendiri memberikan harapan besar kepada kompetisi ini dan adik-adik yang menjadi juara akan diberikan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan," ujar Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh seusai membuka acara Kompetisi Internasional Matematika Indonesia (Indonesia International Mathematics Competition/IIMC 2011), Selasa (19/7/2011), di Sanur. Dalam kesempatan itu, Mendiknas juga mengatakan, kompetisi tersebut hanya salah satu sarana untuk mengeksplorasi potensi dari setiap anak didik dan dapat menumbuhkan rasa percaya diri yang dimiliki setiap anak.

"Kompetisi ini bisa dipakai sarana untuk mengeksplorasi potensi dari setiap anak. Potensi itu kan besar, tetapi kalau tidak dieksplorasi, itu tidak keluar power-nya. Dengan model seperti ini, dapat menumbuhkan rasa percaya diri dari masing-masing bangsa," tuturnya.

Selain itu, menurut dia, kompetisi yang diikuti oleh berbagai macam suku bangsa tersebut mampu memunculkan rasa persaudaraan dan saling mengenal budaya.

"IIMC ini juga bisa dipakai untuk membentuk membangun kultural diplomasi. Akibatnya, mereka yang berusia di bawah 15 tahun itu suatu saat nanti merekalah yang tahu tentang Indonesia," ujarnya.

IIMC yang berlangsung sejak 18-23 Juli diikuti sebanyak 1.000 peserta yang terdiri dari 604 kontestan, 136 team leader, 117 deputy team leader, serta pendamping, yakni orangtua atau guru sebanyak 130 orang.

Para peserta tersebut berasal dari 28 negara, di antaranya, Australia, Banglades, Brunei, Bulgaria, Kanada, China, Hongkong, India, Indonesia, Iran, Korea, Makau, Malaysia, Meksiko, Mongolia, Nepal, Belanda, Filipina, Rusia, Singapura, Afrika Selatan, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat, Vietnam, serta Zimbabwe.

Kompetisi matematika internasional yang sudah digelar sejak 2003 ini mencakup kategori sekolah dasar (SD) dan tingkat sekolah menengah pertama (SMP) baik secara individu maupun tim.

Indonesia merupakan negara keempat dalam penyelenggaraan kompetisi setelah sebelumnya dilakukan di Thailand pada tahun 2008, di Filipina tahun 2009, dan 2010 di Korea.

Adapun juri dalam kompetisi berjumlah 10 orang. Mereka terdiri dari enam juri dari internasional, yang berasal dari Kanada, Filipina, Taiwan, dan China, serta empat juri nasional. Kompetisi yang bertujuan salah satunya untuk membangun kerja sama internasional dalam pengembangan matematika ini memiliki jumlah medali yang diperebutkan pada kompetisi individu dan kompetisi tim, yakni untuk tingkat SD 40 emas, 80 perak, dan 121 perunggu, sedangkan tingkat SMP terdapat 47 emas, 93 perak, dan 120 perunggu.


Editor : Inggried
Sumber: