Senin, 22 Desember 2014

News / Edukasi

Sarjana Penggerak Pembangunan

1.000 Sarjana Akan Disebar ke Pedesaan

Rabu, 20 Juli 2011 | 18:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama perguruan tinggi di 33 provinsi melakukan kerja sama untuk mengirim 1.000 sarjana pada 2011 ke pedesaan dalam program pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan (SP3).

"Mereka akan berada di desa selama dua tahun untuk menggerakkan desa. Bisa jadi guru, pelatih olahraga, membantu pertanian atau peternakan," kata Menpora Andi Mallarangeng di sela rakor program SP3 dan penandatanganan MOU Menpora dengan 33 rektor perguruan tinggi di Jakarta, Rabu (20/7/2011).

Andi mengatakan, MOU tersebut merupakan revitalisasi program SP3. Bentuk revitalisasi itu, antara lain, dengan melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi dalam merekrut dan menempatkan para sarjana.

"Dulu tidak melibatkan perguruan tinggi. Yang merekrut dinas pemuda dan olahraga. Banyak kampus tidak tahu program ini," katanya.

Selain itu, katanya, saat ini sarjana akan ditempatkan bukan di daerah asalnya. "Dulu ditempatkan di kampung halaman mereka," ujar Andi.

Andi mengatakan, para sarjana yang mengikuti program ini akan mendapatkan biaya hidup minimal. Oleh sebab itu, katanya, sarjana yang mengikuti program ini adalah yang mempunyai keinginan dan spirit untuk membangun desa.

Ia mengharapkan, dengan adanya program SP3 ini paling tidak mendapatkan dua manfaat. Pertama, nilai tambah untuk membangun desa. Kedua, para sarjana yang mengikuti program dapat membangun kemampuan diri serta menjadi mengenal dan mencintai desa.

Perguruan tinggi yang melakukan kerja sama, antara lain, Institut Pertanian Bogor, Universitas Udayana, Universitas Bengkulu, Universitas Mulawarman, Universitas Hasanuddin, Universitas Pattimura, Universitas Andalas, Universitas Lampung, Universitas Lambung Mangkurat, dan Universitas Negeri Gorontalo.

SP3 dimulai sejak tahun 1989 sebagai wujud keprihatinan pemerintah terhadap fenomena tingginya angka pengangguran pemuda di pedesaan dan banyaknya lulusan perguruan tinggi yang menjadi pencari kerja di perkotaan.


Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
Sumber: