Sabtu, 5 September 2015

Edukasi

Opera Punakawan Libatkan Mahasiswas IKIP

Kamis, 21 Juli 2011 | 11:21 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com--Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Semarang menggelar opera punakawan yang melibatkan ratusan mahasiswa sebagai pemain yang berdandan ala tokoh humor dalam pewayangan itu.

Opera punakawan bertajuk "Semar Jadi Guru" yang digelar di halaman kampus IKIP PGRI Semarang, Rabu, menceritakan Semar yang menjadi guru, dengan ketiga muridnya yang memiliki karakter berbeda, yakni Petruk, Gareng, dan Bagong.

Para mahasiswa yang terlibat dalam opera itu dibagi dalam kelompok-kelompok yang terdiri atas 4-5 orang per kelompok, dan mereka memainkan opera itu secara bersama-sama dengan latar cerita berbeda, namun tema besarnya sama.

Meskipun berdandan dengan muka dirias ala tokoh punakawan, para mahasiswa tak hanya terlihat memakai kostum pewayangan, namun cenderung bervariasi, mulai seragam hansip, anak sekolah, guru, sampai pegawai negeri sipil (PNS).

"Kami memang membebaskan mahasiswa berkreasi cerita sesuai yang diinginkan, asalkan tema besarnya ’Semar Jadi Guru’, bahkan tata rias sampai pementasan diatur sendiri oleh mahasiswa," kata koordinator acara, Murywantobroto.

Menurut dia, ide pementasan opera punakawan itu sebenarnya terinspirasi kondisi negara ini, ketika para pemimpin yang seharusnya melayani rakyat, ternyata tidak menjalankan tugasnya dengan baik dan justru melupakan rakyat.

"Punakawan ini dalam pewayangan kan pembantu, pelayan, namun tanpa ada mereka (punakawan, red.) pewayangan tidak ada artinya. Ini yang kerap dilupakan," kata pengajar pendidikan bahasa dan sastra Indonesia IKIP PGRI Semarang itu.

Kaitannya dengan pendidikan, kata dia, lewat opera punakawan itu IKIP PGRI Semarang sebagai lembaga pencetak guru ingin lulusannya bisa menjadi "pelayan" yang baik, yang bisa memberikan pendidikan baik pada siswa-siswanya.

"Zaman sekarang, mana ada pemimpin yang bisa ’ngemong’ rakyat? Bagaimanapun juga, pendidikan tetap menentukan dalam penanaman karakter, kami ingin generasi-generasi muda yang kelak jadi pemimpin bisa berkarakter baik," katanya.

Ia menyebutkan pemain opera yang semula direncanakan hanya 550 mahasiswa ternyata membengkak menjadi 730 mahasiswa, dari Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Pendidikan Guru SD (PGSD) IKIP PGRI Semarang.

"Tidak ada persiapan khusus, semuanya mahasiswa yang menangani, mulai ide cerita, tata rias, sampai pementasan. Opera ini sekaligus menanamkan kebersamaan, kebersamaan bisa membuat sesuatu menjadi mudah," kata Murywantobroto.

Rektor IKIP PGRI Semarang, Muhdi mengatakan opera yang mencetak rekor ke-5015 Museum Rekor Indonesia (MURI), yakni opera punakawan dengan peserta terbanyak itu ditujukan sebagai pendidikan bagi mahasiswa.

"Banyak nilai-nilai positif yang bisa diteladani dari karakter punakawan dan diterapkan dalam kehidupan, kata dia, sekaligus sebagai upaya melestarikan kebudayaan tradisional yang selama ini cenderung dilupakan," katanya.

Editor : Jodhi Yudono
Sumber: