Jumat, 25 Juli 2014

News / Edukasi

Beasiswa Siswa Miskin

Beasiswa Rp 360.000 untuk 2 Juta Siswa Miskin

Rabu, 27 Juli 2011 | 08:52 WIB

Berita terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Pendidikan Nasional memberikan beasiswa siswa miskin sekolah dasar bagi 2.040.000 siswa SD di seluruh Indonesia. Beasiswa ini merupakan bantuan/subsidi dari pemerintah berupa sejumlah uang tunai yang diberikan secara langsung kepada siswa SD. Siswa yang menerima dari kelas I sampai V.

Sumber dana beasiswa berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2011 sebesar Rp 762, 2 miliar. Setiap siswa akan mendapatkan Rp 360.000 per tahun. Penyaluran beasiswa akan dilaksanakan mulai Juli hingga Desember 2011.

Direktur Pembinaan SD Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) Ibrahim Bafadal mengatakan, beasiswa ini pada awalnya merupakan bantuan bagi para orangtua untuk membiayai pembelian alat tulis, seragam, ataupun biaya pendukung sekolah. Menurutnya, setelah diberlakukan program bantuan operasional sekolah (BOS), sekolah mendapatkan tanggungan.

"Jadi, para orangtua tinggal berpikir untuk menganggarkan biaya pendukung sekolah seperti tas, buku, dan seragam," ujar Ibrahim kepada Kompas.com di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Selasa (26/7/2011).

Menurut Ibrahim, pemerintah telah menetapkan alokasi jumlah siswa penerima beasiswa siswa miskin sekolah dasar (BSM SD) untuk setiap kabupaten/kota. Penetapan alokasi didasarkan pada indikator, di antaranya berapa jumlah siswa miskin, kondisi masyarakat yang tidak mampu, letak geografis, kemudahan koordinasi, dan prinsip keadilan.

"Lalu, setiap kabupaten/kota akan menetapkan sekolah calon penerima BSM-SD. Setelah itu, tim akan meminta daftar siswa miskin dari sekolah yang akan diusulkan memperoleh beasiswa, usulan dari wali kelas, dan juga surat keterangan keadaan orangtua tidak mampu/miskin," katanya.

Ia berharap, adanya program ini bisa menyukseskan sejumlah program prioritas pemerintah dan menekan angka putus sekolah. "Selain itu, program ini bisa membantu siswa memenuhi kebutuhannya dalam kegiatan pembelajaran di SD," ujarnya.

Menurut Ibrahim, masih akan ada penambahan kuota siswa hingga 77.300 orang. "Dana tersebut didapatkan dari APBN Perubahan pada bulan Agustus hingga Desember," tuturnya.


Editor : Inggried