Kamis, 24 April 2014

News / Edukasi

UT Hadapi Tantangan Kualitas

Minggu, 4 September 2011 | 21:02 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com — Universitas Terbuka yang menjalankan pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh merupakan salah satu universitas mega (mega university) di dunia karena memiliki jumlah mahasiswa lebih dari 100.000 orang.

Universitas Terbuka selama 27 tahun berhasil membuka akses masyarakat untuk kuliah secara fleksibel dan terjangkau dengan jumlah mahasiswa 576.625 orang. Rektor Universitas Terbuka (UT) Tian Belawati di Jakarta, Minggu (4/9/2011), menyambut Dies Natalies Ke-27 UT, mengatakan, kesuksesan UT tidak boleh berhenti pada menyediakan akses pedidikan yang terbuka dan fleksibel semata.

"Tuntutan kualitas atau mutu jadi hal paling penting yang mesti dibuktikan kampus terbuka megauniversitas seperti UT," kata Tian. Pandangan kuliah di UT untuk sekadar mendapatkan ijazah masih tetap mengemuka. Apalagi, sebagian besar mahasiswa UT berada dalam usia kerja, yakni 25 tahun ke atas. Jumlahnya mencapai 78 persen dari total mahasiswa UT.

"Komitmen untuk memberikan perkuliahan yang bermutu terus diwujudkan. Apalagi, kuliah secara jarak jauh dan terbuka sebenarnya kuat dalam membentuk kemandirian dan kreativitas belajar mahasiswa," ungkapnya.

M Gorky Sembiring, Pembantu Rektor IV UT, mengatakan, upaya peningkatan kualitas perkuliahan secara jarak jauh dan terbuka dilakukan, antara lain, dengan mengembangkan dan menawarkan program-program akademik dengan kualitas yang diakui.

Hal ini terlihat dari hasil reakreditasi UT baik di tingkat nasional maupun internasional. Pada tingkat nasional, semua program S-1 UT sudah memperoleh akreditasi kembali dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.

Adapun di tingkat internasional, setelah melalui peninjauan ulang pada Oktober 2010, UT mampu mempertahankan sertifikat kualitas dari The International Council for Open and Distance Education. Dalam bidang manajemen, UT sampai saat ini juga mampu mempertahankan sertifikat ISO 9001:2000/2008 dari Badan Sertifikasi SAI Global dan SGS USA.

Tian mengatakan, UT juga terus meningkatkan beragam layanan belajar bagi mahasiswa dengan memanfaatkan berbagai media terkini, temasuk internet.

Melalui portal UT yang komprehensif, mahasiswa kini dapat mengikuti tutorial dalam jaringan (online), "mengunjungi" perpustakaan digital, melakukan praktikum secara virtual melalui program dry lab, memanfaatkan materi pengayaan dari internet televisi UT, ataupun menikmati open educational resources yang dikembangkan UT sendiri (UT open courseware) dan yang diambil dari situs-situs dari mancanegara.

Khusus untuk mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang berlatar belakang guru, UT juga menyediakan portal Guru Pintar Online sebagai wahana bagi mereka untuk berinteraksi dan berbagi pengalaman dalam rangka meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kelas masing-masing. Jumlah mahasiswa berstatus guru mencapai 78 persen.

"Memang kendala belajar secara online masih dialami mahasiswa. Masih minim yang memanfaatkan tutorial online. Namun, belajar jarak jauh dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi harus terus dilakukan," ujar Tian. Pemanfaatan berbagai jenis media dan teknologi untuk memperkaya materi perkuliahan ini, ujarnya, diyakini akan dapat melatih mahasiswa memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi untuk pengembangan diri selanjutnya setelah lulus dari UT.

Dalam hal operasional pembelajaran, UT terus menyempurnakan sistem layanan sehingga mahasiswa semakin hari semakin mudah mengakses UT dengan berbagai media yang tersedia. Saat ini, UT telah menyempurnakan sistem registrasi dan pembayaran biaya studi secara terintegrasi dengan billing system.

Hal ini untuk meningkatkan akurasi data sehingga tidak akan ada lagi mahasiswa yang terhalang ikut ujian dan atau nilai tidak bisa diproses karena kekurangan pembayaran atau kesalahan menuliskan kode registrasi mata kuliah tertentu. "Dalam waktu dekat, biaya studi juga akan bisa dibayar secara online melalui internet, SMS, atau telephone banking," kata Tian.


Editor : Robert Adhi Ksp