Jumat, 18 April 2014

News /

Tugas Mulia Palang Merah Remaja

Minggu, 18 September 2011 | 02:43 WIB

Baca juga

Pernah mendengar tentang Palang Merah Remaja, atau PMR? Mungkin di sekolahmu menjadi salah satu ekstrakurikuler. PMR ada hubungannya dengan Palang Merah Indonesia atau PMI.

Anggota PMR punya peranan penting di dalam PMI, yaitu memperkenalkan masalah seputar kesehatan di kalangan pelajar.

Bila menjadi anggota PMR, kita diharap menjadi contoh bagi teman-teman untuk hidup sehat. Awalnya, pengetahuan tentang kesehatan diterapkan kepada diri sendiri. Pengetahuan itu kemudian harus kita sebarluaskan.

Sebagai anggota PMR, kita juga harus siap menolong siapa pun bila diperlukan, entah di sekolah, juga di lingkungan rumah. Banyak sekali kegiatan PMR, yang pasti membuat kita menjadi anak siap membantu siapa pun dengan ringan hati.

PMR Indonesia memiliki tiga tingkatan yaitu:

- Palang Merah Remaja, yaitu PMR Mula, yang diadakan di sekolah dasar, untuk murid usia 10-12 tahun.

- PMR Madya

Wira untuk murid SMP usia 12-15 tahun.

- PMR Wira untuk murid SMA usia 15-17 tahun.

 

Di PMR kita mendapat pelatihan tentang kepalangmerahan (Palang Merah Indonesia dan Palang Merah Internasional), PBB, pertolongan pertama, perawatan keluarga, pendidikan remaja sebaya, pengabdian masyarakat, kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama.

Apa yang tugas anggota PMR? 

1. Menjaga kesehatan.

Kita dilatih cara mencuci tangan yang baik dan benar, cara menyikat gigi, mencegah demam berdarah, menyantap makanan bergizi, melakukan pertolongan pertama sederhana, mencegah demam berdarah, HIV dan AIDS, serta sistem reproduksi manusia. 

2. Siap menghadapi bencana. Semua anggota belajar mengenali tanda-tanda bencana alam, seperti gempa dan tsunami.

Kita pun harus tahu kondisi alam di lingkungan sekolah atau tempat tinggal, sehingga diharapkan bisa membantu dan mengurangi dampak dari bencana alam.

Contohnya, saat gempa bumi, semua orang harus berlindung di bawah meja, melindungi kepala, atau berlari keluar menjauhi gedung.

Bagi yang tinggal di pinggir laut, harus selalu memperhatikan bila air laut surut tiba-tiba, karena itu adalah salah satu tanda akan terjadi tsunami. 

3. Ikut aksi sosial. Kegiatan yang bisa kita lakukan adalah mengajak teman- teman mengunjungi panti asuhan, menolong teman yang sakit, menjadi donor darah, memberantas sarang nyamuk, melaksanakan kegiatan UKS, membantu posyandu, dan lain-lain. 

4. Mempererat persahabatan. Anggota PMR mendapat kesempatan mengikuti pertemuan-pertemuan PMR di tingkat nasional maupun internasional. Misalnya, Jumbara (Jumpa Bhakti Gembira) Nasional dan Pertemuan Remaja Palang Merah dan Bulan Sabit Merah tingkat internasional. 

Diawali ketika Australia terlibat dalam Perang Dunia I (1914 – 1918). Pada saat itu Palang Merah Australia kekurangan tenaga. Anak-anak sekolah pun diminta untuk membantu sesuai dengan kemampuan. Mereka diberi tugas-tugas ringan misalnya, mengumpulkan pakaian-pakaian bekas. Anak-anak tersebut kemudian terhimpun dalam sebuah organisasi yang disebut Palang Merah Remaja (PMR).

Pada tahun 1919, Liga Perhimpunan Palang Merah Internasional memutuskan PMR menjadi bagian dari organisasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Palang Merah Indonesia (PMI), membentuk Palang Merah Pemuda (PMP) dalam kongresnya yang ke-4, pada Januari 1950 di Jakarta. Palang Merah Pemuda (PMP) kemudian berganti nama menjadi Palang Merah Remaja (PMR).

Palang Merah Remaja (PMR) adalah bagian dari Palang Merah. Oleh sebab itu, para anggota PMR juga harus tahu dan melaksanakan tujuh Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (Seven Fundamental Principle of Red cross and Red Crescent), yaitu :

1. Kemanusiaan

Palang Merah didirikan untuk memberikan pertolongan kepada korban yang terluka dalam pertempuran, mencegah serta mengatasi penderitaan sesama. Palang merah bertujuan untuk melindungi jiwa dan kesehatan.

2. Kesamaan

Palang Merah memberi bantuan kepada orang yang menderita tanpa memandang kebangsaan, ras, agama, tingkat sosial, atau pandangan politiknya.

3. Kenetralan

Palang Merah tidak memihak atau melibatkan diri dalam kegiatan politik, ras, agama atau ideologi tertentu.

4. Kemandirian

Meski mendukung pemerintah di bidang kemanusiaan dan menaati peraturan hukum yang berlaku, Palang Merah bersifat mandiri dan melaksanakan visi dan misinya sesuai prinsip dasar Palang Merah.

5. Kesukarelaan

Palang Merah memberi bantuan secara sukarela dan tidak mencari keuntungan.

6. Kesatuan

Di dalam satu negara hanya ada satu perhimpunan nasional. Tiap negara hanya boleh memilih salah satu lembaga yang digunakan: Palang Merah atau Bulan Sabit Merah.

7. Kesemestaan

Palang Merah di manapun mempunyai status sederajat, memiliki hak dan tanggung jawab yang sama.


Editor :