Rabu, 23 April 2014

News / Edukasi

Guru dan Kepsek Konflik, Siswa Jadi Korban

Senin, 19 September 2011 | 19:38 WIB

Baca juga

SERANG, KOMPAS.com - Ratusan siswa SMAN 1 Ciomas, Kabupaten Serang, Senin (19/9/2011) terlantar dan tidak melakukan aktivitas belajar, karena guru di sekolah tersebut terlibat konflik dengan kepala sekolah.

Para guru yang semestinya mengajar, pergi mendatangi kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Serang di Kota Serang, menuntut agar kepala SMAN 1 Ciomas dicopot dari jabatannya.

Hadi Sumarga, salah satu guru SMAN 1 Ciomas, yang mendatangi Dinas Pendidikan menilai bahwa kepala SMAN 1 Ciomas Dadah Sumiati tidak transparan dalam masalah keuangan sekolah.

"Tidak harmonisnya hubungan antara kepala sekolah dengan pegawai, kemudian ada perbedaan perlakukan dalam proses pelaksanaan layanan administrasi SMAN 1 Ciomas," kata Hadi.

Ketua Komite SMAN 1 Ciomas Hasan Maksudi mengaku dilema atas kondisi tersebut. Hasan mengatakan konflik sebenarnya terjadi sudah lama dan sempat mereda pada bulan Ramadhan. "Tapi enggak tahu kenapa kemudian jadi ribut lagi sekarang," kata Hasan.

Hasan mengatakan, sebanyak 18 guru SMAN 1 Ciomas menandatangani petisi yang meminta agar kepala sekolah diganti. "Saya akhirnya mengizinkan dan menandatangani surat ke Dinas Pendidikan. Pertama memang kepala sekolah sudah menjabat empat tahun. Saya juga khawatir, kalau tidak mengizinkan, para guru akan pindah. Kan ancamannya begitu kalau kepala sekolah tidak pindah. Akhirnya saya setuju saja," kata Hasan.

Ia khawatir jika kemauan para guru tidak dituruti, mereka akan menghasut para siswa untuk melakukan unjuk rasa. Kepala SMAN 1 Ciomas Dadah Sumiati saat dikonfirmasi mengatakan, pangkal dari masalah tersebut adalah uang tunjangan perbaikan penghasilan atau yang kerap disebut sebagai tunjangan daerah.

Dadah mengatakan, guru-guru tersebut dipotong tunjangan daerahnya karena tidak masuk kerja secara penuh seperti yang disyaratkan dalam peraturan yang ada.

"Guru ini tidak masuk tapi ingin agar saya menandatangani bahwa mereka dinyatakan hadir. Saya tidak mau, sama saja saya melindungi guru yang malas," kata Dadah.

Dadah mengatakan, guru yang tidak masuk satu hari akan dipotong tunjangan daerahnya antara Rp 15.000 sampai Rp 20.000. "Kalau dalam sebulan masuk semua, tunjanganyang didapat guru golongan III A adalah Rp 330.000. Tunjangan kan sebenarnya untuk memotivasi agar pegawai giat masuk," kata Dadah.

Dadah juga sempat memperlihatkan dokumen kehadiran para guru sekolah tersebut. Menurut Dadah, para guru honorer lebih memiliki loyalitas kepada sekolah tersebut.

Sementara itu, pantauan, kegiatan belajar mengajar di SMAN Ciomas tidak efektif. Banyak siswa yang menganggur dan tidak belajar. Banyak di antaranya tengah asyik bermain telepon genggam.

Ida, siswa kelas 9 IPA 2 mengaku tidak mengetahui mengapa kegiatan belajar di sekolah berjalan tidak seperti biasanya. "Enggak tahu (permasalahan tersebut). Ya kalau kita sih berharap segera selesai biar bisa belajar lagi seperti biasanya," kata Ida.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Serang Daud Fansuri mengatakan akan mengonfirmasi terlebih dahulu pengaduan para guru SMAN 1 Ciomas kepada Kepala SMAN 1 Ciomas. "Apa benar seperti itu. Ya kita akan cari solusi atas masalah ini dan mempertemukan pihak-pihak terkait," katanya.


Editor : Benny N Joewono
Sumber: