Kamis, 30 Oktober 2014

News / Edukasi

Guru Pedalaman Riau Setahun Tak Digaji

Senin, 3 Oktober 2011 | 10:36 WIB

PEKANBARU, KOMPAS.com - Sejumlah guru honor yang mengajar di Sekolah Dasar Negeri 023, Sungai Jerak, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, belum mendapatkan gaji honor mereka selama setahun atau sejak berdirinya sekolah tersebut pada Oktober 2010 silam. Sebelumnya, SD 023 Sungai Jerak merupakan sekolah swasta yang diisi oleh para pengajar sukarela dengan siswa yang tidak lebih dari 30 orang. NMemasuki Oktober 2010, sekolah tersebut dinaikkan statusnya menjadi sekolah negeri.

"Sudah hampir setahun sejak sekolah ini berstatus negeri pada Oktober 2010 lalu kami para guru honor belum mendapatkan gaji," kata Bambang Eko Santoso, seorang guru honor di SD Negeri 023 Sungai Jerak, Senin (3/10/2011).

Dengan naiknya status sekolah tersebut, perubahan fisik sekolah dilakukan. Gedung sekolah yang tadinya hanya beratapkan pelepah atau dedaunan pepohonan, saat ini sudah dibangun permanen oleh pemerintah setempat melalui dana bantuan sosial dan bencana yang tersimpan pada brankas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pemerintah setempat.

Menurut informasi, mayoritas pendidikan formal penduduk di desa tertinggal itu hanya sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD). Sementara, yang mampu mencapai pendidikan tinggi, baik diploma maupun strata 1 hanya segelintir warga saja. 

Sungai Jerak sendiri juga merupakan sebuah desa yang berada di sisi pedalaman Riau, berjarak sekitar 300 kilometer dari Pekanbaru. Untuk menembus desa tersebut, dibutuhkan waktu tidak kurang dari delapan jam, mengingat medan yang ditempuh cukup berat karena kondisi jalan rusak, berlubang, dan berlumpur ketika hujan melanda wilayah itu

"Saat ini, ada sekitar tiga orang guru lama termasuk saya dan tiga orang guru baru yang belum  mendapatkan gaji dari dana bantuan sekolah atau BOS," kata Bambang.

Bambang mengatakan, keluh kesah dirinya bersama para pengajar lainnya sebelumnya sempat disampaikan ke pejabat Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hulu. Namun, respon yang diberikan tidak memuaskan.

"Pejabat dinas pendidikan itu hanya bilang akan di usahakan dan menganggap keterlambatan gaji kami adalah hal yang wajar. Padahal sudah setahun," ujarnya.

Tajam, guru lainnya di sekolah tersebut juga mengungkapkan keluhan yang sama. "Kami berharap ada perhatian dari pemerintah. Mohon sampaikan pesan kami ini sama pemerintah," kata Tajam.

Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, Tajam mengaku, selain menjadi guru juga berprofesi sebagai petani perkebunan karet.

"Hasil yang saya dapat memang tak seberapa, tapi cukuplah untuk menghidupi keluarga, anak dan istri," ujarnya.

Tajam bersama para pengajar lainnya termasuk Bambang sebelumnya juga merupakan guru yang mendidik anak-anak pedalaman dengan sukarela, tanpa gaji sepersen pun.

"Apa yang kami lakukan demi mencerdaskan anak-anak di pedesaan yang selama ini memang kebingungan untuk mendapatkan pendidikan formal," kata Tajam.


Editor : Inggried
Sumber: