Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Enam Siswa SMA Bali Ikut Olimpiade Penelitian

Kompas.com - 06/10/2011, 21:15 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com — Siswa SMA Negeri 3 Denpasar mengikuti olimpiade penelitian tingkat nasional di Jakarta. "Ada enam siswa dari Bali yang lolos ke olimpiade penelitian tingkat nasional, empat di antaranya adalah siswa kami," kata Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Denpasar I Made Suyastra saat bertemu Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Kamis (6/10/2011).

Dia menjelaskan, siswa tersebut terpilih setelah sebelumnya mengirimkan karya tulisnya ke Jakarta pada Agustus 2011. Dari 1.300 peserta, terpilih 90 orang yang maju ke tingkat nasional. Enam di antaranya dari Bali, yang terdiri atas 4 siswa SMA Negeri 3 Denpasar, 1 dari SMA Negeri 8 Denpasar, dan 1 lagi dari SMA di Singaraja.

Suyastra menambahkan bahwa karya tulis yang dibuat siswanya tersebut tentang tema humaniora di Desa Adat Penglipuran, Kabupaten Bangli. Untuk mempersiapkan menghadapi lomba itu, pihaknya menggandeng Univesitas Udayana (Unud) Denpasar guna membantu penelitian serta mencari bahan-bahannya.

"Kami berharap apa yang telah dilakukan anak didik kami dapat mengharumkan nama sekolah dan membanggakan ibu kota Provinsi Bali," ujarnya.

Sementara itu, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara berharap siswa SMA dapat percaya diri dalam menghadapi lomba tersebut yang cukung bergengsi itu. "Untuk membangkitkan kepercayaan diri, harus selalu berdasarkan prinsip Tri Kaya Parisuda yang merupakan jalan mencapai kemajuan," katanya.

Dia mengemukakan bahwa dalam ajaran Trikaya Parisuda, para pelajar harus mampu berpikir positif dan memiliki visi serta misi ke depan. Kemudian semua pikiran yang telah tertuang tersebut disampaikan kepada orang lain agar dilaksanakan dengan baik dalam berbagai bidang kehidupan.

Dalam kesempatan itu, Sekda mengucapkan terima kasih kepada para siswa yang berprestasi itu karena telah mampu memberikan warna tersendiri bagi pendidikan di Kota Denpasar.

Ni Made Yokiana Wati, salah seorang peserta, mengatakan, penelitiannya membahas tentang pemanfaatan bahan alami untuk deterjen. "Tema penelitian itu saya pilih karena terdorong untuk memanfaatkan air sungai yang sudah tercemar bisa dikonsumsi secara aman," ujarnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau