Sabtu, 20 Desember 2014

News / Bisnis & Keuangan

Harga Unitlink Saham Mulai Membaik

Senin, 24 Oktober 2011 | 11:43 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com -   Hingga September lalu, akibat kondisi pasar saham yang jeblok membawa dampak penurunan harga unitlink. Per 30 September, kinerja unitlink beraset saham turun rata-rata sekitar 6,63 persen dibandingkan akhir tahun lalu.

Beberapa unitlink yang mencatatkan penurunan tinggi di antaranya, Manulife Dana Ekuitas turun 11,03 persen September lalu, IDR Equity Syariah Fund anjlok 11 persen, SmartWealth Equity Fund merosot 9,85 persen, dan Cigna Equity melorot 9,19 persen.

Direktur Pemasaran Asuransi Jiwasraya, De Yong Adrian mengatakan, nasabah malah menambah jumlah unit ketika harga unitlink turun. "Mereka membeli lebih murah, jadi pas rebound bakal untung," kata De Yong, akhir pekan lalu.

Di Asuransi Jiwasraya, sepanjang September lalu terjadi penambahan investasi nasabah hingga Rp 50 miliar. Bulan ini juga demikian, "Hingga Kamis (20/11) lalu, ada sekitar Rp 15 miliar top up," terang De Yong. Top up terjadi baik di unitlink beraset dasar saham, obligasi, atau instrumen pasar uang.

Harga unitlink beraset saham ini mulai membaik seiring menghijaunya pasar saham. Hingga akhir pekan lalu, harga rata-rata unitlink hanya turun 4,43 persen dibandingkan posisi akhir tahun. Artinya, mulai awal kuartal keempat ini harga unitlink sudah naik, meski masih minus dibanding posisi akhir tahun lalu.

Berbeda dengan kondisi Jiwasraya, dua bulan terakhir pembelian unitlink di AXA Mandiri biasa-biasa saja. "Penambahan ada, tapi stabil," kata Direktur Utama AXA Mandiri Albertus Suroyo.

Sekitar 70 persen dana kelolaan unitlink AXA Mandiri mengalir ke unitlink saham dan campuran. Hingga saat ini total dana kelolaan AXA Mandiri antara Rp 9 triliun hingga Rp 10 triliun. "Hingga akhir tahun, kami menargetkan dana kelolaan di atas Rp 10 triliun," imbuhnya.

Nonsaham tumbuh

Meski unitlink beraset saham turun, unitlink beraset obligasi dan pasar uang masih mencetak kinerja positif hingga akhir kuartal ketiga lalu. Bahkan, kinerja kedua unitlink ini semakin besar di akhir pekan lalu.

Hingga akhir kuartal III lalu, pertumbuhan harga unitlink beraset instrumen pasar uang tumbuh 3,74 persen. Di 20 Oktober lalu, harga unitlink beraset dasar instrumen pasar uang ini naik 4,17 persen.

Pertumbuhan unitlink beraset dasar obligasi atau pendapatan tetap tumbuh paling besar dibandingkan unitlink jenis lain. Akhir kuartal ketiga lalu, unitlink pendapatan tetap tumbuh 8,31 persen ketimbang posisi akhir tahun 2010.

Bahkan, kenaikan harga unitlink pendapatan tetap hingga akhir pekan lalu meningkat lagi hingga rata-rata 11,86 persen dibandingkan akhir tahun.

Beberapa unitlink pendapatan tetap yang termasuk berlari cepat antara lain Cigna Fixed Income yang tumbuh 20,77 persen hingga akhir pekan lalu. Kemudian ada Manulife Pendapatan Tetap Korporasi meningkat 16,61 persen dan Prulink Rupiah Fixed Income Fund, melesat 15,61 persen sejak akhir tahun lalu. (Wahyu Tri Rahmawati/Kontan)

 


Editor : Erlangga Djumena
Sumber: