Kompas/Hendra A Setyawan
Para peneliti melakukan penelitian di salah satu laboratorium Lembaga Biologi Molekuler Eijkman
JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak diaktifkan lagi tahun 1992, status Lembaga Biologi Molekuler atau LBM Eijkman berupa satuan kerja yang bertanggung jawab kepada Menteri Riset dan Teknologi. Hanya 10 persen pegawainya berstatus pegawai negeri sipil, itu pun PNS lembaga lain yang bertugas di Eijkman.
”Kementerian sedang mengupayakan agar statusnya menjadi lembaga penelitian non-kementerian (LPNK),” kata Staf Ahli Menristek Bidang Kesehatan dan Obat Amin Soebandrio, saat mendampingi Menristek Gusti Muhammad Hatta mengunjungi LBM Eijkman di Jakarta, Kamis (3/11).
Status baru itu diharapkan terwujud sebelum 2014. Itu akan menyejajarkan LBM Eijkman dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
Saat ini, separuh pendanaan Eijkman dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, sisanya hibah dari berbagai yayasan dan lembaga penelitian lain.
LBM Eijkman berdiri tahun 1888, dan kini menjadi salah satu lembaga riset biomedik terkemuka di Asia Pasifik. Banyak peneliti dari berbagai perguruan tinggi, daerah, ataupun luar negeri meneliti di lembaga ini.
Direktur pertama Lembaga Eijkman, Christian Eijkman, meraih Hadiah Nobel Bidang Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1929 atas temuannya tentang relasi kekurangan vitamin B1 dan penyakit beri-beri.
Gusti mengakui, banyak pihak tak memahami pentingnya penelitian dasar, seperti yang dilakukan LBM Eijkman. Padahal, penelitian biomedik LBM Eijkman menghasilkan berbagai informasi dasar pembuatan vaksin beragam penyakit hingga mengidentifikasi gen pelaku teror.
Pegawai
Dengan menjadi LPNK, Kemristek juga akan mengusahakan agar pegawai LBM Eijkman menjadi PNS walau umurnya melebihi syarat maksimal. Hal itu dilakukan selama para pegawai itu mau menjadi PNS.
Direktur LBM Eijkman Sangkot Marzuki mengakui, pegawai lembaganya tak mau jadi PNS selama status kelembagaan LBM Eijkman belum jelas. Selama tak menjadi PNS, mereka bebas berkarya di mana saja jika sudah tak nyaman di Lembaga Eijkman.
Pegawai Eijkman yang berjumlah sekitar 100 orang dikenal punya jaringan keilmuan yang luas. Banyak negara menawarkan untuk meneliti di negaranya, seperti Australia dan Singapura. (MZW)

