Kamis, 31 Juli 2014

News / Edukasi

Masalah Pendidikan Sistemik, Apa yang Harus Diperbaiki?

Jumat, 4 November 2011 | 16:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerhati pendidikan Anita Lie mengatakan, kesemrawutan pendidikan nasional bersifat sistemik. Ia menjelaskan, masalah pembangunan pendidikan bermutu sifatnya menjadi sistemik karena pemerintah daerah kurang optimal dalam berusaha. Salah satu hal yang dinilai Anita harus diperbaiki adalah pendistribusian gaji para guru. Menurutnya, pemerintah daerah harus memikirkan cara bagaimana mengirim gaji para guru yang bertugas di daerah terpencil.

Selama ini, perhatian dari pemerintah pusat dan daerah yang diberikan kepada guru pendidik juga masih sangat kurang.

"Masalahnya sistemik, tapi jelas bukan di muridnya. Masalah guru itu sangat variatif sekali karena nyatanya memang ada segelintir individu guru yang kurang baik," kata Anita, Jumat (4/11/2011), dalam sebuah diskusi meningkatkan mutu pendidikan, di Menteng, Jakarta Pusat.

Ia menambahkan, terkait persoalan guru, sebaik apapun guru yang bersangkutan, tentu memerlukan perjuangan yang luar biasa jika dihadapkan dengan kondisi yang jauh di bawah standar minimal. Misalnya, kata dia, guru-guru di beberapa daerah itu kesulitan memperoleh air bersih dan sembako, ditambah dengan masih adanya beberapa lokasi yang belum tersentuh aliran listrik.

"Tapi ada juga guru yang kuat bertahan. Di Mimika, Papua, saya sempat bertemu guru yang sampai harus memakan tikus demi untuk bertahan. Ini persoalan riil, tapi kita tidak bisa menemukan banyak guru yang seperti itu," ujar Guru Besar Bidang Pendidikan FKIP dan program pascasarjana Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya ini.

Oleh karena itu, Anita berharap, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) harus lebih memberdayakan para pengawas untuk mensupervisi guru-guru yang bertugas di daerah terpencil. Selain itu, pemerintah daerah juga harus memikirkan bagaimana transportasi untuk mengunjungi daerah-daerah pelosok dan memikirkan cara untuk mengirimkan gaji guru di daerah yang tidak bisa dilakukan melalui transfer.

"Anggaran pendidikan sudah naik, tapi jika tanpa pengelolaan yang jelas maka akan menjadi bumerang. Pemerintah harus memastikan anggaran ini sampai ke sasaran yang tepat. Jika tidak itu akan merusak," tandasnya.


Penulis: Indra Akuntono
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary