Sabtu, 23 Agustus 2014

News / Edukasi

Mengapa Harus Belajar ke China?

Sabtu, 5 November 2011 | 16:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pepatah terkenal "belajarlah sampai ke negeri China" bisa jadi menginspirasi para pelajar Jakarta sehingga mereka memenuhi arena "13th China Education Fair 2011" yang digelar Beijing Language and Culture Institute di Mangga Dua Square, Jakarta, Sabtu (5/11/2011).

Ada 12 universitas terkemuka di China yang mengikuti pameran tersebut, di antaranya Harbin Institute Technology yang merupakan salah satu universitas yang paling banyak menyumbangkan proyek-proyek luar angkasa "Negeri Tirai Bambu" tersebut.

Menurut Direktur President Beijing Language and Culture Institute (BLCI) Samuel Wiyono, universitas-universitas di China mempunyai daya tarik tersendiri di mata pelajar Indonesia dan dunia. Hal itu disebabkan citra perkembangan China, khususnya dalam bidang bisnis dan teknologi yang sedemikian pesat.

"Universitas di China akan menarik minat dari banyak negara karena negaranya sangat berkembang. Bidang teknologinya juga sangat bagus karena akan meluncurkan pesawat luar angkasa," kata Samuel.

Menurut Samuel, program studi bidang bisnis masih menjadi favorit, disusul program studi di bidang teknik, seperti teknik sipil dan teknik mesin. "Jelas ilmu bisnis China sangat terkenal bagus. Saat negara lain bermasalah, China tetap stabil," ujarnya.

Ia mengakui, berdasarkan pengalamannya menyelenggarakan pameran pendidikan China, banyak pelajar Indonesia yang langsung mendaftar saat mengunjungi pameran karena beberapa universitas menawarkan biaya kuliah dan asrama yang relatif terjangkau, yaitu sekitar Rp 14 juta per tahun. Ada juga program beasiswa asrama (boarding scholarship) bagi mahasiswa yang mendaftar ketika pameran berlangsung.

"Bahkan, mereka juga berkesempatan mendapatkan beasiswa langsung hingga Rp 14 juta di universitas tertentu, dan gratis biaya aplikasi di beberapa universitas," ujarnya.

Samuel mengakui, universitas-universitas di China sangat gencar menjaring pelajar dari Indonesia karena Indonesia dianggap sebagai pasar yang sangat potensial. Hal itu antara lain karena besarnya jumlah penduduk di Indonesia. Selain itu, pelajar Indonesia dipandang memiliki kompetensi lebih dibandingkan dengan pelajar dari negara lain.

"Menurut banyak universitas di China, mahasiswa Indonesia termasuk rajin dan serius dalam belajar, tekun, serta memiliki banyak prestasi jika dibandingkan pelajar dari negara lain. Itu nilai lebihnya sehingga universitas di China merasa perlu untuk terus melakukan promosi di Indonesia," ujar Samuel.

Dua belas universitas yang mengikuti pameran ini antara lain Harbin Institute Technology, Shenyang Aeroscape University, Beijing Jiaotong University, Dongbei University Finance Economis-Dalian, Shandong University, dan Science Technology Qingdao.

Selain itu, ada Nanjing University Information Science Technology, Nanjing University Aeronautics Astronautics, Nanjing Audit University, Blue Mountains Hotel School-Suzhou/Tianjin, Xian Jiaotong Liverpool University-Suzhou, Ningbo University, dan Jiangxi Normal University Nanchang.

Setelah di Jakarta pada 5-6 November, rencananya pemeran ini juga akan digelar di Semarang pada 9 November 2011, dan Surabaya pada 12-13 November 2011.

 


Penulis: Indra Akuntono
Editor : Kistyarini