Selasa, 23 September 2014

News / Edukasi

Kebahasaan

Benahi Pendidikan Bahasa Indonesia!

Rabu, 23 November 2011 | 13:34 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Pengamat bahasa Indonesia dari Universitas Udayana Prof Dr Aron Meko Mbete menilai, pendidikan bahasa Indonesia pada lingkungan pendidikan di sekolah perlu dibenahi. Menurutnya, penguasaan bahasa Indonesia oleh generasi muda belum maksimal. Hal itu dikatakan Aron di Denpasar, Rabu (23/11/2011).

"Para siswa lebih ditekankan pada kemampuan menghafal untuk tujuan kesiapan menghadapi ujian dan bukan pada kemampuan berkreasi," kata Aron, yang juga guru besar linguistik di Fakultas Sastra Unud.

Selain itu, menurutnya, penyampaian pelajaran bahasa Indonesia di jenjang pendidikan cenderung membosankan karena lebih condong untuk kepentingan mengejar target pencapaian nilai semata. Dalam pandangan Aron, akan lebih baik jika dalam pelajaran bahasa Indonesia diberi waktu dan kesempatan para peserta didik untuk berdiskusi, berdebat, dan berkreasi dalam menulis serta membaca.

"Dengan demikian, pemikiran dan penalaran generasi muda pun akan berkembang dalam kebahasaan. Berkreasi sesungguhnya dapat pula dilakukan secara lingual kulturalisme melalui kebahasaan," ujarnya.

Aron meyakini, tidak sedikit pelajar maupun generasi muda yang jago berdebat tentang bahasa Indonesia. Namun, perhatian masyarakat dan dunia pendidikan terhadap bidang ini masih jauh lebih kecil dibandingkan pada bidang ilmu pasti, teknologi, dan bahasa asing.

Di sisi lain, Aron juga mengkritisi penggunaan bahasa Indonesia pada media informasi yang seringkali mencampuradukkan istilah asing. Padahal, masih ada padanannya dalam bahasa Indonesia.

"Kalau lebih banyak bahasa asing, bukan maksud menggerogoti atau menghambat perkembangan bahasa. Bagi saya harus lebih dominan menggunakan bahasa baku yakni bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu," katanya.

Menurut dia, bagaimanapun media sangat memengaruhi penggunaan bahasa dalam masyarakat.


Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
Sumber: