SKB 5 Menteri Fokus Kelola Distribusi Guru - Kompas.com

SKB 5 Menteri Fokus Kelola Distribusi Guru

Kompas.com - 29/11/2011, 10:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh kembali mengungkapkan, ditandatanganinya Suat Keputusan Bersama (SKB) lima menteri pekan lalu adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan di seluruh Indonesia.

Ia mengatakan, roh yang terdapat dalam SKB lima menteri itu adalah untuk menarik seluruh urusan tata kelola guru yang tahun ini ditangani oleh pemerintah kabupaten/kota kembali menjadi wewenang pemerintah provinsi dan pusat.

Seperti diberitakan, SKB lima menteri  ditandatangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokras, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, dan Menteri Agama.

"Inti dari SKB itu adalah soal distribusi guru. Jadi kalau ada kelebihan atau kekurangan guru di tingkat provinsi, maka gubernur punya kewenangan untuk mendistribusi guru antarkabupaten," tegas Nuh, seusai membuka lokakarya tentang "Desentralisasi Pendidikan" dengan tema "Problematika, Prospek, dan Tantangan Masa Depan", Senin (28/11/2011), di Gedung Kemdikbud, Jakarta.

Ia menjelaskan, melalui SKB tersebut nantinya akan diatur mengenai distribusi guru dari tingkat yang terkecil. Tingkat kabupaten/kota akan ditangani oleh pemerintah provinsi dan jika memang harus dilakukan distribusi antarprovinsi, maka pemerintah pusat memiliki wewenang untuk melakukannya.

"Kewenangan provinsi hanya untuk mutasi antarkabupaten. Distribusi lintas provinsi tidak mungkin diselesaikan oleh provinsi. Maka itu ada SKB ini, karena harus ditarik ke pusat," jelasnya.

Distribusi guru lemah

Nuh mengakui, persoalan distribusi guru memang selalu menuai kendala. Untuk itu, melalui SKB ini, Nuh meyakini distribusi guru akan merata secara nasional dengan biaya yang relatif lebih hemat.

Ia mengungkapkan, saat ini secara nasional Indonesia masih kekurangan ratusan ribu guru. Kekurangan itu, menurut dia, bukan karena tidak tersedianya tenaga guru, melainkan lebih kepada tata kelola distribusi guru yang belum optimal. Maka, ia menilai, lebih baik dilakukan optimalisasi jumlah guru untuk didistribusikan secara nasional daripada mengangkat guru baru.

"Mengapa harus menambah 300.000 guru jika bisa dioptimalkan melalui distribusi yang merata," ungkapnya.

Mengenai pelaksanaannya, SKB tersebut menerapkan prinsip sukarela. SKB ini memungkinkan mobilitas guru menjadi meningkat, khususnya ketika ingin memenuhi syarat minimal 24 jam mengajar dalam seminggu untuk mendapatkan tunjangan profesi.

"Jika ada guru yang tidak memenuhi waktu mengajar 24 jam, saya rasa distribusi di daerah itu belum optimal. Daripada tidak dapat tunjangan, lebih baik kan pindah," kata dia.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorInggried Dwi Wedhaswary

    Terkini Lainnya

    Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

    Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

    Megapolitan
    Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal  Win Long BH 2998

    Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal Win Long BH 2998

    Regional
    Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

    Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

    Regional
    'Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres'

    "Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres"

    Nasional
    India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

    India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

    Internasional
    Indonesia Mini di 'Kampus Toleransi' Salatiga

    Indonesia Mini di "Kampus Toleransi" Salatiga

    Regional
    Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

    Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

    Regional
    Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

    Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

    Megapolitan
    Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

    Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

    Internasional
    Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

    Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

    Regional
    Gelar 'Gala Dinner' di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

    Gelar "Gala Dinner" di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

    Megapolitan
    Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

    Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

    Regional
    Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

    Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

    Regional
    Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

    Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

    Regional
    Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

    Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

    Regional
    Close Ads X