Kamis, 18 September 2014

News / Wirausaha

3 Problem yang Dihadapi Perempuan Wirausaha

Rabu, 7 Desember 2011 | 09:14 WIB

KOMPAS.com -  Memulai wirausaha memang bukan hal yang mudah. Berbagai tantangan  dan masalah pasti akan terus membayangi Anda ketika berniat mengawalinya. "Sebaiknya, mulailah untuk berwirausaha dengan bidang yang Anda kuasai, dengan sumber daya yang ada di sekitar Anda," ungkap Santi Mia Sipan, Direktur Utama PT Jaty Arthamas, saat bincang-bincang "Tantangan dan Peluang Wirausaha Wanita Menuju Kesuksesan" di Pisa Cafe, Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (6/12/2011) lalu.

Tetapi meskipun telah memilih bidang yang Anda kuasai dan sukai, sebagai perempuan umumnya Anda akan menghadapi tiga tantangan besar.

1. Kurangnya pengetahuan
Pendidikan formal seseorang secara tidak langsung akan mempengaruhi tingkat pengetahuan tentang wirausaha. Namun, untuk mengatasi keterbatasan informasi dan memacu kreativitas, Anda bisa mengikuti berbagai pelatihan wirausaha yang saat ini makin sering diadakan. Kurangnya kesempatan untuk mendapatkan pelatihan akan berpengaruh terhadap minimnya jaringan informasi untuk pemasaran dan distribusi produknya.

Meskipun begitu, Anda tak perlu menyerah. "Kesuksesan seseorang dalam wirausaha sebenarnya 10 persennya disebabkan adanya bakat, dan 90 persennya karena ada perjuangan untuk sukses," ujar Santi.

2. Keterbatasan dalam budaya
Sampai saat ini, masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa peran perempuan hanya sebatas di lingkup domestik, alias mengurus rumah dan keluarga. Persepsi ini secara tak langsung akan membatasi gerak perempuan untuk bisa mulai bekerja dan membantu perekonomian keluarga. Padahal sebenarnya perempuan tetap dapat menjalankan usaha di rumah, tanpa mengorbankan keluarga.

"Dukungan keluarga, terutama suami, sangat dibutuhkan. Dengan adanya dukungan, semua kegiatan untuk menjalankan usaha akan bisa berjalan dengan baik," jelasnya.

3. Kurangnya akses ke layanan pinjaman
Usaha memang tak dapat berjalan jika tak ada modal. Hal inilah yang sering menjadi hambatan besar bagi para perempuan wirausaha yang baru memulai usahanya. Kurangnya akses ke layanan pinjaman ini membuat para perempuan ini merasa jadi terbatas ruang geraknya. Padahal banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan modal usaha, misalnya dengan mengajukan pinjaman ke bank, atau ke koperasi yang memiliki bunga yang rendah.


Editor : Dini