Senin, 22 September 2014

News / Edukasi

ITS Ditunjuk Siapkan Institut Teknologi Kalimantan

Minggu, 18 Desember 2011 | 23:33 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ditunjuk pemerintah untuk mempersiapkan pendirian Institut Teknologi Kalimantan.

"Sampai 60 tahun merdeka kita baru memiliki dua institut teknologi, yakni ITB dan ITS. Karena itu, akan kita kembangkan lagi di Sumatera dan Kalimantan," kata Mendikbud Mohammad Nuh di Surabaya, Minggu (18/12/2011).

Ia mengemukakan hal itu ketika bertemu dengan tim persiapan dari ITS yang dipimpin Pembantu Rektor II ITS Dr Muhammad Faqih di Rektorat ITS Surabaya.

Didampingi Rektor ITS Prof Triyogi Yuwono, Mendikbud menjelaskan, ITS ditugaskan untuk mempersiapkan pendirian institut teknologi di Kalimantan, sedangkan ITB ditugasi mempersiapkan hal serupa di Sumatera.

"Yang jelas, semua pulau nantinya akan memiliki institut teknologi karena populasi mahasiswa teknik hingga kini masih 11 persen dari jumlah mahasiswa yang ada dan akan kita tingkatkan hingga 15 persen," katanya.

Menurut Nuh, yang juga Guru Besar di ITS Surabaya, pihaknya akan menggenjot jumlah mahasiswa teknik menjadi 15 persen pada tahun 2014 karena pemerintah juga mempersiapkan pembangunan dalam enam koridor, meski idealnya perlu ada 20 persen mahasiswa teknik di Indonesia.

"Pembangunan besar-besaran dalam masterplan MP3EI yang akan menyasar enam koridor di beberapa pulau itu membutuhkan tenaga teknik untuk menghubungkannya dengan infrastruktur, industri, dan sebagainya," katanya.

Menurut dia, pemerintah memiliki keterbatasan. Karenanya, meminta ITS dan ITB untuk mempersiapkan secara matang mulai dari perencanaan fisik hingga manajemen akademik dan administrasi.

"Kami berharap perencanaan matang akan tuntas dalam tahun 2012, lalu pembangunan institut akan dapat dimulai pada tahun 2013 dan akhirnya penerimaan mahasiswa baru sudah dapat dimulai pada tahun 2014," katanya.

Namun, katanya, pemerintah tidak akan tanggung-tanggung dalam pembangunan institut teknologi baru di Kalimantan dan Sumatera itu sehingga ITS dan ITB sebagai pengampu awal diminta untuk mempersiapkan desain secara modern dan luasnya mencapai ratusan hektar.

"Untuk konsentrasi pendidikan, barangkali fakultas teknik sipil, mesin, dan elektronika akan tetap ada, tapi di Kalimantan mungkin ada fakultas mineral untuk pertambangan dan di Sumatera ada fakultas teknologi perkebunan untuk sawit," katanya.

Senada dengan itu, Pembantu Rektor II ITS Surabaya Dr Muhammad Faqih selaku koordinator persiapan Institut Teknologi Kalimantan menegaskan, pihaknya sudah mendapatkan tanah seluas 200 hektar dari rencana pemerintah seluas 300 hektar.

"Tapi kami masih membebaskan lahan seluas 60 hektar. Yang jelas, desain yang kami buat tidak akan meninggalkan ekspresi khas Kalimantan. Nantinya akan ada tujuh bangunan utama, yakni rektorat, lima fakultas, dan perpustakaan," katanya.

Ia menambahkan, lima fakultas yang dipersiapkan adalah FTSP, FTI, FMIPA, FTP, dan FTM. Namun, ketujuh bangunan utama itu akan dilengkapi dengan enam zona, yakni asrama mahasiswa, perumahan dosen, pusat riset, dan sebagainya.


Editor : Benny N Joewono
Sumber: