Kamis, 24 Juli 2014

News / Edukasi

Siswa Berprestasi

Medina, Pelajar SMP Ini Bergelar Master Catur

Rabu, 4 Januari 2012 | 08:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Medina Warda Aulia, siswi SMPN 1 Bekasi ini baru saja menorehkan prestasi yang luar biasa. Dalam sebuah kompetisi catur internasional, Singapore International Chess Championship 2011, Medina berhasil meraih dua gelar sekaligus.

Ia meraih gelar Women International Master (WIM) dan Norma Grand Master setelah mengalahkan pecatur dari Vietnam untuk kategori SMP dalam kompetisi yang berlangsung pada 26-31 Desember lalu.

Awalnya, ia tak pernah terpikir untuk menjadi seorang pecatur. Seperti remaja putri lainnya, Medina juga gemar bermain boneka Barbie.

"Awalnya saya suka bermain Barbie. Kemudian ayah mengenalkan saya dengan catur," kata Medina, Selasa (3/1/2012) di Senayan, Jakarta.

Sejak ia duduk di kelas IV SD, sang ayah mulai mengajarinya "bermain" dengan bidak-bidak catur. Tak disangka, tiga bulan kemudian Medina berhasil menjadi juara pertama pada kejuaraan daerah Provinsi DKI Jakarta. Atas prestasinya itu, ia berkesempatan mengikuti SEA Games. Hasilnya tak buruk. Ia berhasil membawa pula medali perak.

Sadar akan kemajuan pesat putrinya, sang ayah kemudian mendorongnya untuk mengasah talenta Medina di sebuah sekolah catur kenamaan di Indonesia. Pada tahun 2008, untuk pertama kalinya ia mengikuti kompetisi catur antarpelajar internasional di Yunani. Saat itu ia berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan peserta dari Rusia.

Ke depannya, Medina berharap dapat meraih gelar Grand Master. Selain itu, ia bermimpi kelak dapat melanjutkan studi di fakultas kedokteran.

Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Mudjito mengatakan, apa yang diraih Medina merupakan buah dari kerja sama pembinaan yang terprogram antarsejumlah pihak.

"Medina sudah terprogram, terjaring di nasional, kita latih, kita fasilitasi, dan kita kirim ke ajang internasional. Keuntungan catur adalah kita tidak akan terbentur hambatan fisik," ujar Mudjito.


Penulis: Indra Akuntono
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary