Mesin Kiat Esemka Sesuai untuk Mobil Dinas - Kompas.com

Mesin Kiat Esemka Sesuai untuk Mobil Dinas

Haryo Damardono
Kompas.com - 09/01/2012, 11:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Beberapa pihak mulai mempersoalkan kapasitas mesin mobil Kiat Esemka yang digunakan oleh Wali Kota Solo Joko Widodo sebagai mobil dinasnya. Ditengarai kapasitas mesin Kiat Esemka menyalahi aturan mengenai kapasitas mesin mobil dinas pejabat.

Ternyata tidak ditemukan pelanggaran. Sebab, menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standardisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemerintah Daerah, yang diatur adalah batas maksimal kapasitas mesin.

Untuk kendaraan dinas gubernur, misalnya, jenis sedan diatur kapasitas atau isi silinder maksimal 3.000 cc, untuk wakil gubernur dan wali kota sebesar 2.500 cc, sementara untuk ketua DPRD provinsi maksimal 2.500 cc. Tidak dipersoalkan apabila kapasitas mesin Kiat Esemka, misalnya, hanya 1.500 cc.

Ahli transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno, malah mempersoalkan besarnya kapasitas mesin mobil untuk pejabat. ”Kapasitas mesin sebesar 2.500 cc untuk wali kota besar sekali. Bila ingin mendukung efisiensi dan mobil nasional, seharusnya maksimal 2.000 cc atau samakan dengan mobil kebanyakan sebesar 1.500 cc,” kata Djoko, Senin (9/1/2012) di Semarang.

Djoko menegaskan, pejabat daerah harus memberi contoh. ”Mobil dengan kapasitas mesin 2.500 cc-3.000 cc itu biasanya mobil mewah. Pejabat seperti wali kota toh tidak lama naik mobil itu sebab wilayah kota tidaklah terlalu besar dan biasanya malah dikawal,” katanya.

Ia mangatakan, adanya standar jip dengan kapasitas mesin 4.200 cc juga tak sesuai kepatutan. ”Jip dengan mesin sebesar itu untuk apa? Apakah untuk kunjungan ke daerah? Bila tujuannya untuk memudahkan kunjungan, berarti ada yang salah dengan daerah itu. Berarti jalan daerahnya rusak parah atau sulit ditembus. Jangan diatasi dengan membeli jip bagus, tapi perbaiki dulu daerah itu sehingga bisa dilalui dengan mobil nasional seperti Kiat Esemka,” tuturnya.

PenulisHaryo Damardono
EditorNasru Alam Aziz

Terkini Lainnya

Aris Wahyudi akan Dijerat Pasal Pornografi dan Perdagangan Orang

Aris Wahyudi akan Dijerat Pasal Pornografi dan Perdagangan Orang

Megapolitan
Wiranto Minta Polemik Pembelian 5.000 Senjata Ditutup

Wiranto Minta Polemik Pembelian 5.000 Senjata Ditutup

Nasional
Napi Narkoba Kabur Saat Hujan Deras dan Mati Listrik di Lapas Parepare

Napi Narkoba Kabur Saat Hujan Deras dan Mati Listrik di Lapas Parepare

Regional
Beban Kerja dan Penyerapan Anggaran Tiap SKPD Berbeda, DPRD DKI Usul Skema TKD Dirombak

Beban Kerja dan Penyerapan Anggaran Tiap SKPD Berbeda, DPRD DKI Usul Skema TKD Dirombak

Megapolitan
Poltracking: Elektabilitas Nurdin Halid-Aziz Tertinggi Jelang Pilgub Sulsel

Poltracking: Elektabilitas Nurdin Halid-Aziz Tertinggi Jelang Pilgub Sulsel

Regional
TNI AU Tak Bermaksud Sanggah Pernyataan Panglima Soal Senjata Ilegal

TNI AU Tak Bermaksud Sanggah Pernyataan Panglima Soal Senjata Ilegal

Nasional
Luruskan Pernyataan Panglima, Wiranto Sebut 500 Pucuk Senjata untuk Pendidikan BIN

Luruskan Pernyataan Panglima, Wiranto Sebut 500 Pucuk Senjata untuk Pendidikan BIN

Nasional
Start dari Urutan Ke-5, Marquez Juarai Balapan GP Aragon

Start dari Urutan Ke-5, Marquez Juarai Balapan GP Aragon

Olahraga
Sejak Pertama Kali Diluncurkan, Nikahsirri.com Dapat 2.700 Klien

Sejak Pertama Kali Diluncurkan, Nikahsirri.com Dapat 2.700 Klien

Megapolitan
Survei Pilkada Jatim: Pemilih 'Cuek' ke Khofifah, yang 'Galau' ke Gus Ipul

Survei Pilkada Jatim: Pemilih "Cuek" ke Khofifah, yang "Galau" ke Gus Ipul

Regional
Begini Modus Operasi Dugaan Pornografi di Situs Nikahsirri.com

Begini Modus Operasi Dugaan Pornografi di Situs Nikahsirri.com

Megapolitan
Kadis Perumahan DKI: Kalau Dia Membubarkan Ibadah Lagi, Keluarkan dari Rusun

Kadis Perumahan DKI: Kalau Dia Membubarkan Ibadah Lagi, Keluarkan dari Rusun

Megapolitan
Panjat Tembok, Napi Narkoba Kabur dari Lapas Kelas II Kota Parepare

Panjat Tembok, Napi Narkoba Kabur dari Lapas Kelas II Kota Parepare

Regional
Diduga Tidak Bisa Berenang, Santri Cilik Tewas Tenggelam

Diduga Tidak Bisa Berenang, Santri Cilik Tewas Tenggelam

Regional
Daftar Juara Jepang Terbuka 2017, Indonesia Raih Satu Gelar

Daftar Juara Jepang Terbuka 2017, Indonesia Raih Satu Gelar

Olahraga


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM