Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 11:20 WIB
Pendidikan Kejuruan
Tahun Ini, Dua SMK Otomotif Didirikan di Jatim
| Inggried Dwi Wedhaswary | Rabu, 18 Januari 2012 | 10:23 WIB
|
Share:
KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA Mobil karya siswa SMK Negeri 2 Surabaya yang diberi nama Esemka Patua diuji coba di halaman sekolah, Kamis (12/1), di Surabaya. Mobil berjenis truk mini 1.500 cc tersebut meramaikan karya otomotif yang berhasil dibuat oleh Esemka.

SURABAYA, KOMPAS.com - Dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) baru dengan keahlian dan kompetensi khusus otomotif akan didirikan di Jawa Timur pada tahun 2012 ini. Kedua SMK ini merupakan bagian untuk mendukung dan mempercepat program mobil nasional (mobnas) oleh pemerintah dengan SMK sebagai basisnya. Masing-masing sekolah itu akan dibangun di Kabupaten Malang dan Kabupaten Mojokerto.

“Tahun ini, dua SMK baru milik pemerintah siap didirikan. Salah satunya juga untuk memperluas keahlian otomotif,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Harun, kepada surya.co.id, Rabu (18/1/2012).

Pendirian dua SMK tersebut dibantu dengan anggaran sebesar Rp1 miliar. Meski kompetensi utama adalah otomotif, kedua SMK negeri baru itu juga membuka beragam program studi termasuk komputer. Menurutnya, dengan perkembangan saat ini, SMK sangat diperlukan dan tidak sekadar mencetak tenaga terampil. SMK dinilai paling cepat menyatu dengan dunia usaha.

“Semua dalam rangka menyiapkan SDM yang terampil dan ahli. Siap terjun ke masyarakat. Mereka akan teruji keterampilannya selama tiga tahun di SMK. Sekolah kejuruan ini lebih banyak praktik dan aplikatif,” tandas Harun.

Diperkirakan, pada tahun ajaran baru Juli mendatang, dua SMK baru ini sudah bisa melakukan penerimaan siswa baru. Lahan disediakan daerah dan provinsi yang membangun gedung termasuk sarana dan prasarana lain.

SMK berbasis keahlian otomotif semakin meningkat pamornya seiring dengan diluncurkannya mobil Kiat Esemka oleh sebuah SMK di Solo, Jawa Tengah. Setelah karya siswa SMK ini terpublikasi, satu per satu SMK yang sudah menghasilkan karya serupa mulai menunjukkan diri.

Sumber :
Surya