Hasil UN Jadi Evaluasi Akhir Kelulusan SNMPTN - Kompas.com

Hasil UN Jadi Evaluasi Akhir Kelulusan SNMPTN

Kompas.com - 20/01/2012, 09:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyatakan bahwa hasil ujian nasional (UN) akan menjadi salah satu syarat yang menentukan kelulusan calon mahasiswa masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud Djoko Santoso mengungkapkan, hasil UN tersebut akan dijadikan sebagai evaluasi akhir kelulusan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012.

Ia menyebutkan, syarat itu berlaku untuk SNMPTN jalur undangan maupun jalur ujian tertulis. Akhir penilaian kelulusan SNMPTN di masing-masing jalur penerimaan tersebut akan dievaluasi menggunakan hasil UN.

"Jadi tidak mungkin anak yang (nilai) UN-nya tidak lulus bisa lulus SNMPTN. Jadi (hasil UN) itu digunakan untuk evaluasi akhir," kata Djoko, dalam keterangan pers didampingi Ketua Umum Panitia Pelaksana SNMPTN 2012, Ahmaloka, di Jakarta, Kamis (19/1/2012) malam.

Ahmaloka mengungkapkan, pendaftaran SNMPTN jalur undangan akan dimulai pada 1 Februari - 8 Maret 2012 pukul 22.00 WIB. Adapun pengumuman hasil seleksi pada 25 Mei 2012 pukul 18.00 WIB.

"Pengumuman hasil seleksi dilakukan setelah ada pengumuman ujian nasional karena UN dijadikan evaluasi akhir SNMPTN," katanya.

Rektor Institut Teknologi Bandung ini menyebutkan, pendaftaran jalur undangan dilakukan secara online melalui laman http://undangan.snmptn.ac.id, yang dapat diakses mulai hari ini pukul 20.00 WIB.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim mengatakan, kepala sekolah dapat mendaftarkan siswa yang memiliki nilai rapor baik untuk mengikuti seleksi melalui jalur undangan.       Seyogianya, kata dia, dari nilai rapor tersebut siswa diterima di jalur undangan. Namun, jika nilai UN-nya rendah maka ada kemungkinan rapor tersebut tidak sesuai dengan kemampuan akademik siswa tersebut.

"Berarti rapor tidak benar," katanya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorInggried Dwi Wedhaswary

    Terkini Lainnya

    Pasca-Rakernas, PDI-P Agendakan Pertemuan dengan Partai Demokrat

    Pasca-Rakernas, PDI-P Agendakan Pertemuan dengan Partai Demokrat

    Nasional
    Dilarang Melintas di Tol Jakarta-Cikampek, Truk DIkhawatirkan Lintasi Jalan Kalimalang

    Dilarang Melintas di Tol Jakarta-Cikampek, Truk DIkhawatirkan Lintasi Jalan Kalimalang

    Megapolitan
    Jadi Wilayah Terluar, Kepulauan Riau Rawan terhadap Radikalisme dan Terorisme

    Jadi Wilayah Terluar, Kepulauan Riau Rawan terhadap Radikalisme dan Terorisme

    Regional
    Dukung Anies Izinkan Becak, Wakil Ketua DPRD DKI Ini Punya 5 Becak

    Dukung Anies Izinkan Becak, Wakil Ketua DPRD DKI Ini Punya 5 Becak

    Megapolitan
    Kisah Pilu TKW di Turki, Ditumpuk Seperti Kucing dan Disiksa hingga Tulang Iganya Patah

    Kisah Pilu TKW di Turki, Ditumpuk Seperti Kucing dan Disiksa hingga Tulang Iganya Patah

    Regional
    Jual Diri ke Kaum Gay, Pria Ini Ditelanjangi lalu Dibuang di Jalan

    Jual Diri ke Kaum Gay, Pria Ini Ditelanjangi lalu Dibuang di Jalan

    Megapolitan
    Menko Polhukam Gelar Rapat Soal Bantuan Indonesia untuk Negara Pasifik Selatan

    Menko Polhukam Gelar Rapat Soal Bantuan Indonesia untuk Negara Pasifik Selatan

    Nasional
    Mediasi dengan KPU Belum Berhasil, PBB Siap Lawan di Sidang Adjudikasi

    Mediasi dengan KPU Belum Berhasil, PBB Siap Lawan di Sidang Adjudikasi

    Nasional
    Kakek 61 Tahun Dilaporkan ke Polisi karena Cabuli 4 Bocah

    Kakek 61 Tahun Dilaporkan ke Polisi karena Cabuli 4 Bocah

    Regional
    Menurut PKB, Ini Modal Jokowi untuk Naikkan Elektabilitas

    Menurut PKB, Ini Modal Jokowi untuk Naikkan Elektabilitas

    Nasional
    M Taufik: Jadi Gubernur Pasti Banyak yang Laporin, Apalagi Banyak Belum Move On

    M Taufik: Jadi Gubernur Pasti Banyak yang Laporin, Apalagi Banyak Belum Move On

    Megapolitan
    Maklumat Kapolda Kalbar: Pelaku Pembakaran Lahan Didenda Rp 10 Miliar

    Maklumat Kapolda Kalbar: Pelaku Pembakaran Lahan Didenda Rp 10 Miliar

    Regional
    Terlibat Perselingkuhan, Wakil PM Australia Mengundurkan Diri

    Terlibat Perselingkuhan, Wakil PM Australia Mengundurkan Diri

    Internasional
    Simpatisan Partai Republikan Dukung Penyebaran Senjata Api di AS

    Simpatisan Partai Republikan Dukung Penyebaran Senjata Api di AS

    Internasional
    Perjalanan Daging Anjing di Medan, dari Pasar sampai Piring Makan (3)

    Perjalanan Daging Anjing di Medan, dari Pasar sampai Piring Makan (3)

    Regional
    Close Ads X