Selasa, 29 Juli 2014

News / Megapolitan

Hindari Flu Burung, Jangan Pelihara Unggas Di Pemukiman

Jumat, 20 Januari 2012 | 14:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Awal 2012 ini, Jakarta kembali digegerkan dengan virus flu burung yang memakan korban. Untuk itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dien Emmawati, mengatakan bahwa warga sebaiknya tidak memelihara unggas di kawasan pemukiman.

"Perda 4 tahun 2007 melarang memelihara unggas di kawasan tempat tinggal tanpa sertifikasi," kata Dien, ketika dihubungi wartawan, Jumat (20/1/2012).

Pasca meninggalnya Puguh, unggas yang ada di pemukiman sekitar tempat tinggal Puguh sudah diperiksa. Bahkan burung-burung merpati yang ada di lokasi kerja Puguh sudah dimusnahkan lantaran teridentifikasi mengidap virus H5N1.

Dien juga mengimbau pada masyarakat agar cepat tanggap jika menemui gejala flu dan demam pada anggota keluarganya. Apabila gejala tersebut lebih dari dua hari maka lebih baik segera berobat ke puskesmas untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kalau pakai obat warung dua hari tidak sembuh segera ke puskesmas terdekat," tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menanggung biaya perawatan untuk pasien demam berdarah dengue dan flu burung hingga sembuh. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir lagi dengan biaya pengobatan rumah sakit.


Penulis: Riana Afifah
Editor : A. Wisnubrata