Selasa, 29 Juli 2014

News / Edukasi

Pendidikan

Hati-hati, 239 Sekolah di Jatim Tak Terakreditasi!

Jumat, 27 Januari 2012 | 18:04 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Masyarakat di Jawa Timur diimbau untuk waspada dan berhati-hati dalam memilih sekolah bagi putra putrinya. Tercatat, saat ini, sebanyak 239 sekolah mulai jenjang TK hingga SMA/SMK/MA di Jawa Timur tidak terakreditasi. Artinya, sekolah-sekolah tersebut sesungguhnya tidak layak menyelenggarakan pendidikan. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Harun, Jumat (27/1/2012).

"Masyarakat memang harus lebih cermat melihat lembaga sekolah. Ada ratusan sekolah dari tingkat SD sampai SMA tak terakreditasi. Namun, saya telah mendapat informasi beberapa ada yang sudah memproses ulang akreditasi,” jelas Harun.

Ia mengatakan, sekolah-sekolah tak terakreditasi mengurus segala persyaratan demi pemenuhan standar pelayanan pendidikan. 

“Awalnya, tidak masalah akreditasi C dulu. Selanjutnya bisa ditingkatkan. Namun, sekolah harus komitmen atas kualitas pendidikan,” katanya.

Ratusan sekolah yang tak terakreditasi itu sesuai data yang disampaikan Badan Akreditasi Sekolah/Madrasah Provinsi Jatim. Jumlah sekolah yang paling banyak tak terakreditasi adalah tingkat TK dan SD. Dari total 6.497 TK, 52 di antaranya tak terakreditasi.

Dari total SD 13.253, sebanyak 43 di antaranya tak terakreditasi. Untuk sekolah jenjang SMP dan SMA, jumlah sekolah yang tak terakreditasi masing-masing 22 sekolah. Total SMP sebanyak 2.466 dan SMA 1.804.

“Yang relatif bagus adalah sekolah SMK. Ini karena semangat SMK belakangan memang menunjukkan peningkatan pesat. Hanya sedikit yang belum terakreditasi. Yang belum-belum ini kita dorong dan paksa harus akreditasi. Jangan merugikan masyarakat,” papar Harun.

Berdasarkan data Badan Akreditasi Sekolah Provinsi, dari 2.204 hanya 8 SMK yang tak terakreditasi. Meski demikian, semua elemen sekolah yang bersangkutan harus segera memenuhi syarat utama pelayanan pendidikan tersebut. Apalagi, saat ini mendekati penerimaan siswa baru.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Muhammad Taswin menyatakan, pihaknya terus melakukan pengecekan terhadap kondisi dan kualitas standar pendidikan di Surabaya. Selain memantau akreditasi sekolah di Surabaya, yang paling penting adalah izin operasional sekolah. Diperoleh data, pada tingkat SMA saja, ditemukan 7 SMK dan 5 SMA yang tak terakreditasi.


Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
Sumber: