Universitas Nasional
Penyerahan penghargaan QS Star kepada Universitas Nasional beberapa waktu lalu.
JAKARTA, KOMPAS.com - Universitas Nasional (Unas) masuk dalam jajaran perguruan tinggi terbaik di Indonesia berdasarkan rating dari Quacquarelli Symonds (QS) Star tahun 2011/2012. QS Star adalah lembaga internasional yang melakukan pemeringkatan universitas di seluruh Indonesia dan dunia. Managing Director QS Stars Asia Pacific, Middle East and Africa, Mandy Mok, menyerahkan sertifikat penghargaan yang diterima oleh Kepala Badan Penjaminan Mutu, Eddy Guridno, SE., M.Si.M dalam acara QS Stars Award Ceremony and The 7th APPLE Conference and Exhibition, di Universitas Santo Tomas Manila Pilipina, belum lama ini.
“Ini adalah prestasi yang membanggakan bagi Unas. Karena tidak mudah mendapatkan bintang dari QS Star dan kita langsung mendapatkan bintang pada penilaian pertama tahun ini,” ungkap Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Keuangan dan SDM, Drs. Eko Sugiyanto, M.Si.
Dalam penilaian QS Star, Unas memperoleh peringkat bintang dengan kriteria masing-masing yaitu bidang engagement mendapat bintang lima, infrastruktur dengan bintang empat, employability dengan bintang tiga, teaching and internationalization masing-masing bintang satu. Secara keseluruhan nilai yang dikumpulkan 222 dan mendapatkan predikat satu bintang (One Star).
Sementara itu, dari situs resmi KOPERTIS www.kopertis12.or.id , Unas masuk dalam 35 kampus berbintang di Indonesia versi QS Star. Selain Unas, terdapat perguruan tinggi negeri dan swasta lain seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Padjadjaran (Unpad) Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Jember, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, Universitas Gunadarma, dan Universitas Parahyangan Katolik.
Eko mengatakan, pencapaian ini memberikan dasar untuk perbaikan berkesinambungan jangka panjang, membantu menunjukkan dan menyempurnakan kegiatan belajar mengajar, memberikan panduan kerjasama dan peningkatan mutu menuju standar mutu internasional pendidikan tinggi, serta menuntun ke keuntungan dan kepuasan langsung dari manajemen dan staf.
“Manfaat lain yang bisa didapat dengan adanya rating dari QS Star ini adalah Unas dapat melakukan kerja sama antarbidang seperti penelitian, pertukaran dosen dan mahasiswa hingga pertukaran kredit perkuliahan dengan universitas-universitas yang mendapat bintang dari QS Star karena kualitas UNAS sudah diakui,” lanjut Eko.
Ketua Badan Penjaminan Mutu (BPM), Eddy Guritno mengungkapkan, diperolehnya bintang dari QS Star tak terlepas dari keikutsertaan Unas dalam Program Peningkatan Kualitas Perguruan Tinggi melalui Internasionalisasi Perujukan dan Peneraan di Rangking Dunia melalui Program Quacquarelli Symonds (QS) Star 2010, Direktorat Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan Nasional.
“Yang diikutsertakan dalam penilaian QS Star Rating adalah Perguruan Tinggi yang telah memiliki sertifikat SPMI. Tahun 2009/2010 ada 68 perguruan tinggi dan tahun 2009/2010 terdapat 58 perguruan tinggi. Itupun tidak semua lolos mendapat rating dari QS Star selama tiga tahun penilaian,” papar Eddy.
Sebelumnya, Unas juga memperoleh sertifikat sebagai perguruan tinggi terbaik dalam implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) pada tahun 2009 dan mendapat pengakuan standar internasional sistem manajemen mutu ISO 9001-2008 pada tahun 2010.
