Sabtu, 20 Desember 2014

News / Edukasi

Ribuan Guru SD di Sumut Gagal Sertifikasi

Kamis, 9 Februari 2012 | 13:33 WIB

MEDAN, KOMPAS.com -- Ribuan guru SD di Sumatera Utara, terutama guru-guru di kawasan pedesaan, gagal dalam ujian sertifikasi guru. Sekitar 2.000 guru bahkan gagal untuk kedua kalinya.

Para guru itu kebanyakan guru senior berusia di atas 50 tahun dengan masa kerja di atas 25 tahun. Kegagalan itu membuat para guru tidak bisa mendapat tunjangan profesi.

Ketua Gabungan Pendidik dan Tenaga Pendidik (GP Tendik) Indonesia Sumut FJ Pinem mengungkapkan, dari 20.635 kuota sertifikasi guru di Sumatera Utara tahun 2011, sebanyak 8.262 guru tidak lulus. Sekitar 90 persen guru dari mereka adalah guru SD. Lebih dari 2.000 guru yang tidak lulus itu bahkan gagal untuk kedua kalinya.

Hingga kemarin GP Tendik Indonesia Sumut telah menerima lebih dari 400 guru dari Kabupaten Deli Serdang, Karo, Labuhan Baru, Serdang Bedagai, Toba Samosir, Kota Binjai, dan Kota Medan, yang meminta agar pemerintah mengkaji kembali sertifikasi yang diwajibkan pada para guru senior ini.

"Kami mohon Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk mempertimbangkan nasib para guru yang sudah senior ini," tutur Pinem, yang berencana segera membawa aspirasi para guru ini ke Jakarta.

Pinem mengatakan, para guru yang tua tertekan karena proses sertifikasi ini. "Mereka menerima undangan pun sudah resah. Sudah kalah sebelum bertempur. Namun mereka ini berdedikasi dan pengetahuannya bagus, karena ketika kami uji mereka juga bisa menjawab," kata Pinem.

Sekretaris GP Tendik Indonesia Sumut Abdul Latif Ibrahim menambahkan para guru tua banyak yang tidak menguasai teknologi.


Penulis: Aufrida Wismi Warastri
Editor : Nasru Alam Aziz