Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 12:12 WIB
Pemuda Harus Berani Melakukan Perubahan
Indra Akuntono | I Made Asdhiana | Sabtu, 11 Februari 2012 | 14:55 WIB
|
Share:
KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Rektor Universitas Paramadina, Anies R Baswedan, memberikan kata sambutan dalam acara peluncuran buku karya Staff Khusus Presiden Bidang Hukum, Denny Indrayana, di Universitas Paramadina, Jakarta, Jumat (7/10/2011).

BANDUNG, KOMPAS.com - Steering Committee Indonesian Young Changemakers Summit (IYCS), Anies Baswedan mengatakan, pemuda Indonesia harus berani melakukan perubahan dan dimulai dalam lingkup yang terkecil. Menurutnya, Indonesia memiliki banyak anak muda kreatif. Bukan hanya akan, tetapi banyak dari mereka yang telah melakukan perubahan.

Kita disini untuk membuat sejarah, dan biarkan orang lain menulisnya.
-- Anies Baswedan

Melalui IYCS, lanjut Anies Baswedan, penyelenggara bermaksud mempertemukan para pemuda kreatif agar terjalin komunikasi yang lebih terintegrasi. "Anak muda kreatif ada dimana-mana. Yang menarik, dulu pemuda pernah berkumpul untuk meruntuhkan sesuatu, saat ini berkumpul untuk membangun sesuatu," kata Anies kepada para wartawan, Sabtu (11/2/2012), di gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat.

Anies melanjutkan, selain kritis, pemuda juga harus memperkuat konstruktif kebangsaan. Melakukan perubahan dari lingkup terkecil, namun terintegrasi, dikelola, dan memberikan manfaat kepada masyarakat. "Jangan khawatir untuk memulai dari lingkup terkecil, itu awal dari saat kita akan melampaui batas," ujar Anies.

Dijelaskannya, Indonesia saat ini tengah dilanda krisis integritas. Cita-cita negara untuk adil dan makmur seringkali berbanding terbalik dengan potret di lapangan. Ia berharap, IYCS dapat menjaga dan membangun kembali respect masyarakat pada kebhinekaan.

Untuk itu, selain mengajak pemuda untuk melakukan perubahan, Anies Baswedan juga mengimbau agar semua dapat memulai dengan perspektif yang berbeda, dan mengedepankan entrepreneur sosial. "Transformasikan pengetahuan menjadi aksi. Kita disini untuk membuat sejarah, dan biarkan orang lain menulisnya," katanya.

IYCS merupakan kongres Sumpah Pemuda jilid dua. Dimana 200 pemuda dari seluruh Indonesia berusia di bawah 40 tahun berkumpul, dan melakukan berbagai aktivitas secara bersama. Para peserta yang hadir dalam IYCS adalah mereka yang telah lolos seleksi ketat dari Aceh sampai Papua.