Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 12:48 WIB
Sekolah Disegel, Siswa Batal Belajar
Achmad Faizal | Inggried Dwi Wedhaswary | Rabu, 15 Februari 2012 | 16:14 WIB
|
Share:
KOMPAS.com/Achmad Faizal Siswa SMP PGRI 8 gagal belajar karena gedung sekolahnya ditutup warga, Rabu (15/2/2012).

SURABAYA, KOMPAS.com - Puluhan siswa TK Puri Kencana dan SMP PGRI 8 Surabaya gagal mengikuti kegiatan belajar mengajar, Rabu (15/2/2012), karena gedung sekolah yang mereka tempati disegel warga sejak Selasa (14/2/2012). Beberapa siswa SMP yang seharusnya mengikuti kegiatan belajar pukul 13.00 WIB, terpaksa pulang setelah melihat pintu gerbang terkunci dengan rantai dan bertuliskan ''Gedung dan Lahan Ditutup Sementara''. Pada pengumuman itu tercantum pula, "RW 08".

''Seharusnya hari ini saya ada jadwal ujian tengah semester (UTS),'' kata salah seorang siswa, Kurniawan Ardi.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP PGRI 8, Rudi Hari Purnomo, menyatakan kekecewaannya atas penutupan sekolah di Jalan Cemapak 27-29 Surabaya itu. Apalagi, penyegelan dilakukan secara mendadak. Hari mengaku tidak tahu mengapa warga setempat tiba-tiba menutup gedung sekolah yang ditempati SMP PGRI 8 sejak tahun 2011 lalu.

''Saya kurang tahu penyebabnya. Seingat saya kemarin aktifitas belajar mengajar masih normal dan tidak ada tanda-tanda akan ditutup,'' jelasnya.

Ia berharap, apapun masalah yang mendasari penyegelan tersebut, kegiatan dan proses belajar mengajar tetap diutamakan. ''Kasihan yang sudah kelas III, mereka kan mau ujian nasional,'' kata Hari.

Menurut keterangan warga sekitar, gedung sekolah yang hanya memiliki 5 ruangan dan lapangan olahraga itu tidak hanya ditempati SMP PGRI 8 dan TK Puri Kencana. Pada sore hari, gedung itu juga digunakan untuk perkuliahan Universitas Tritunggal.