Minggu, 23 November 2014

News / Edukasi

Kondisi Pendidik

Gaji Guru Honorer di Bawah Upah Buruh

Senin, 20 Februari 2012 | 08:35 WIB

BATAM, KOMPAS.com - Para guru honorer mendatangi kantor Dinas Pendidikan Batam, Sabtu (18/2). Mereka memprotes gaji pokok yang lebih rendah daripada upah minimum Kota Batam 2012.

Para guru mengetahui soal honor itu dalam perjanjian kerja 2012. Dalam perjanjian itu disebutkan gaji pokok Rp 900.000 ditambah tunjangan Rp 500.000. Mereka keberatan dengan angka itu karena UMK Batam 2012 ditetapkan Rp 1,4 juta. Selain UMK, para pekerja di Batam juga mendapat insentif lain sehingga total penghasilan bisa lebih besar dari para guru.

Karena itu, mereka meminta perjanjian kerja direvisi, terutama pada ketentuan gaji pokok. ”Kami minta setidaknya gaji pokok setara UMK saja. Tidak dapat tunjangan tidak apa,” ujar salah seorang guru, Handoko.

Kepala Dinas Pendidikan Batam Muslim Bidin mengatakan, para guru honorer salah alamat. Seharusnya, mereka mempertanyakan soal gaji kepada setiap sekolah. ”Mereka diangkat oleh setiap sekolah. Jadi, jangan tanya ke Dinas Pendidikan,” tuturnya.

Di Jakarta, Ketua Umum Forum Tenaga Honorer Sekolah Negeri Indonesia Ani Agustina, Minggu, mengatakan, sekitar 50.000 guru dan tenaga tata usaha sekolah yang berstatus honorer bakal berunjuk rasa di depan Istana Negara, Senin. Para guru honorer itu akan mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk segera menandatangani rancangan peraturan pemerintah soal pengangkatan tenaga honorer menjadi calon pegawai negeri sipil.

Di Makassar, Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sulawesi Selatan mendorong pemerataan akses memperoleh bahan ajar dan fasilitas pendukung bagi guru-guru di daerah terpencil. ”Ini dinilai lebih bermanfaat ketimbang memberikan insentif,” kata

Ketua IGI Sulsel Muhammad Ramli Rahim. Ia mengatakan, pendekatan untuk memeratakan pendidikan dari sisi guru tidak selalu harus dengan pemberian materi.(RAZ/ELN/SIN)


Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
Sumber: