Sabtu, 1 November 2014

News / Edukasi

Aspirasi

Perwakilan Guru Honorer Diterima di Istana

Senin, 20 Februari 2012 | 14:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perwakilan guru honorer akan menemui Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/2/2012). Mereka yang mewakili merupakan tim negosiasi yang menuntut Presiden RI segera menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pengangkatan Tenaga Honorer.

Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia Sulistyo, yang menjadi ujung tombak tim negosiasi itu mengatakan, belum ada kepastian siapa yang akan menerima tim negosiasi. Akan tetapi, yang terpenting baginya adalah ada jembatan untuk menyampaikan aspirasi para guru honorer.

"Siapa pun yang menerima, yang penting bisa menjadi jembatan dari aspirasi kami," kata Sulistyo, sesaat sebelum memasuki Istana Negara.

Ia menambahkan, setelah selesai melakukan negosiasi, akan ada evaluasi dari hasil negosiasi tersebut. Menurutnya, kehadiran ribuan guru di depan Istana Negara merupakan keterpaksaan karena Presiden tak kunjung menepati janji untuk meregulasi dan mengesahkan PP tentang Pengangkatan Guru Honorer.

"Dengan biaya tinggi, para guru honorer terpaksa berunjuk rasa. Mereka tentu ingin segera kembali mengajar dengan baik," kata Sulistyo.

Lebih jauh ia mengungkapnya, pemerintah tak segera mengesahkan PP terkait pengangkatan guru honorer karena terbentur anggaran. Ia berpendapat, seharusnya pemerintah bisa menilai tingginya jumlah peserta didik harus diimbangi dengan tenaga pendidik yang berkualitas.

"Banyak yang sudah puluhan tahun jadi honorer. Kerja penuh, tidak dibina, dan kesejahteraan tidak diperhatikan. Nasib honorer tak jelas, padahal tanggungjawabnya sama dengan guru PNS. Kami yakin pemerintah akan menanggapi," ujarnya.

Seperti diberitakan, ribuan guru honorer sejak pagi tadi berkumpul di depan Istana Negara untuk berunjuk rasa menuntut Presiden RI segera menandatangani PP tentang Pengangkatan Guru Honorer. Dalam sikapnya, para guru honorer akan terus bertahan melakukan unjuk rasa sampai tuntutan pemerintah terpenuhi.


Penulis: Indra Akuntono
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary