Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 12:42 WIB
Jangan Takut Masukkan Anak ke RSBI
Riana Afifah | I Made Asdhiana | Rabu, 22 Februari 2012 | 19:16 WIB
|
Share:
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Suasana belajar mengajar di SDN 11 Kebun Jeruk, Jakarta Barat, yang termasuk salah satu contoh sekolah berstatus rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI), Kamis (10/3/2011). Untuk tiap kelas program RSBI hanya menampung 28 murid yang diasuh dua orang guru.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, meminta pada masyarakat dari keluarga tidak mampu agar tidak khawatir untuk mendaftarkan anaknya masuk sekolah yang merupakan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). "Sesuai dengan aturan RSBI di Jakarta diwajibkan menyediakan kuota 20 persen bagi pelajar dari keluarga tidak mampu yang memiliki kemampuan akademik dan intelektual tinggi," kata Taufik ketika jumpa pers di Balaikota, Jakarta, Rabu (22/2/2012).

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta, sebanyak 776 siswa di RSBI tingkat SMA mendapatkan keringanan biaya. Sejauh ini, ada 10 SMA di Jakarta yang tercatat sebagai RSBI yaitu SMA 8, SMA 3, SMA 48, SMA 21, SMA 28, SMA 61, SMA 68, SMA 70, SMA 78, dan SMA 81. "Di Jakarta ada 10 SMA yang termasuk dalam RSBI. Jumlah siswanya sebanyak 6.480 dan 776 siswanya dapat keringanan," ujar Taufik.

Ia juga mengimbau pada semua pihak untuk memberikan informasi kepada Dinas Pendidikan DKI Jakarta maupun sekolah jika menemukan siswa berprestasi namun tidak mampu. Sehingga dapat segera diatasi permasalahannya. "Masyarakat tidak perlu khawatir jika secara akademik bisa bersaing silakan saja," tandasnya.

Sementara itu, salah satu wali murid di SMA 8, Lilik Dwiatmodjo yang berprofesi sebagai penjual burger, mengungkapkan bahwa ia tidak memiliki keberanian untuk memasukkan anaknya ke RSBI. Tapi akhirnya, ia mendapatkan keringanan biaya untuk SPP dan uang gedung. "Dari kecil anak saya memang pintar. Awalnya saya takut kalau di sekolah unggulan bayarnya mahal. Tapi akhirnya saya dapat keringanan dengan membayar semampu saya," ungkapnya.