JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh mengatakan, rehabilitasi sekolah-sekolah akan selesai sebelum masuk tahun ajaran baru 2012/2013 pada Juli mendatang. Ia menjelaskan, ada dua komponen yang menjadi sumber dana rehabilitasi sekolah. Pertama, berasal dari DIPA Kemdikbud, dan kedua, dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Kedua komponen itu setidaknya menyumbangkan masing-masing Rp 8 triliun untuk merehabilitasi sekitar 160 ribu ruang kelas.
"Mestinya rehab yang bersumber dari DAK sudah bisa dimulai. Yang dari DIPA juga terus kita transfer ke ribuan sekolah," ungkap Nuh, seusai menyerahkan bantuan secara simbolis program rehabilitasi ruang kelas SD dan SMP tahun 2012, Jumat (24/2/2012), di Gedung Kemdikbud, Jakarta.
Dana DAK sendiri, kata Nuh, telah disalurkan sejak Januari 2012 beserta petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan rehabilitasi. Lebih jauh ia menjelaskan, setidaknya ada tiga keuntungan jika program rehabilitasi tersebut dapat segera dilakukan.
Pertama, proses rehabilitasi akan membuka lapangan kerja baru karena program ini akan menyerap ribuan tenaga kerja baru. Rehabilitasi satu sekolah memerlukan lebih dari lima tenaga kerja.
"Alasan kedua, kita targetkan rehabilitasi bisa diselesaikan sebelum Juli 2012, sehingga pada tahun ajaran baru anak-anak memiliki semangat baru," kata Nuh.
Alasan terakhir adalah untuk meningkatkan serapan anggaran Kemdikbud. Jika program ini selesai pada waktu yang ditargetkan, maka Kemdikbud berhasil menyalurkan sedikitnya Rp 8 triliun yang berasal dari DIPA di tubuh Kemdikbud.
"Jika sesuai target, berarti kita berhasil menyalurkan Rp 8 triliun. Itu luar biasa, karena di tahun sebelumnya kita baru bisa melakukan itu di sekitar bulan Agustus," papar Nuh.

