KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Agus Martoyo (kiri), guru SMKN 4 Jakarta, mengajarkan siswanya cara mengoperasikan mesin pembuat batik tulis otomatis ciptaannya di bengkel sekolah, Senin (9/1/2012). Mesin ini mampu mempercepat proses pembuatan batik tulis karena proses mencanting dikerjakan secara otomatis.
JAKARTA, KOMPAS.com -- Pendidikan di SMK memang menyiapkan lulusan yang siap bekerja di perusahaan atau industri. Namun, lulusan SMK kini juga didorong untuk bisa meningkatkan jenjang pendidikannya di level perguruan tinggi.
Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, anak-anak SMK pun juga harus diberi kesempatan untuk naik ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan dikembangkannya community college, peluang kuliah yang terjangkau bisa dinikmati lulusan SMK.
Selain itu, ada juga program pendidikan vokasi berkelanjutan yang digagas SEAMELOC dengan beberapa perguruan tinggi. Pendidikan bisa dilakukan di SMK yang ditunjuk maupun secara jarak jauh. Namun, standar pendidikan setara diploma satu tetap mengacu pada standar perguruan tinggi mitra.
"Momentum apresiasi masyarakat kepada SMK mesti jadi dorongan untuk meningkatkan lulusan SMK yang siap bekerja maupun juga siap melanjutkan kuliah. Terus jalin kerja sama dengan industri," kata Nuh, Jumat (24/2/2012) di Jakarta.
Anang Tjahjono, Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud yang baru dilantik menggantikan pejabat lama Joko Sutrisno, diminta bersama-sama Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud mengembangkan community college. Kebutuhan terhadap tenaga ahli dan praktisi di jenjang menengah dan diploma terus meningkat.

