Jumat, 25 April 2014

News / Edukasi

Hafal 10 Juz, Dapat Beasiswa di UIN Malang

Kamis, 8 Maret 2012 | 14:15 WIB

Baca juga

MALANG, KOMPAS.com - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Jawa Timur, membuka jalur beasiswa untuk semua jurusan bagi para penghafal Al Quran dalam penerimaan mahasiswa baru 2012. Dengan menghafal 10 juz Al Quran, calon mahasiswa sudah bisa meraih beasiswa tersebut.

"Untuk tahun ini, UIN Malang membuka jalur beasiswa bagi calon mahasiswa penghafal Al Quran sebanyak 100 orang. Syaratnya hanya dengan hafal 10 juz Al Quran sudah bisa raih beasiswa itu," jelas Helmi Syaifuddin, Ketua SAR UIN Maliki Malang, Kamis (8/3/2012).

Beasiswa tersebut adalah program Haiat Tahfidz Quran (HTQ) UIN Maliki Malang, yang khusus menjaring calon mahasiswa yang memiliki keahlian menghafal Al Quran.

"Model beasiswanya adalah bantuan dari kampus melalui tes mandiri prestasi," katanya.

Proses tes mandiri tersebut, jelas Helmy, setiap calon mahasiswa di tes membaca dan menulis ayat Al Quran. "Kalau nantinya lolos tes hafal 10 juz Al Quran, maka otomatis akan mendapatkan beasiswa," ujar Helmi.

Tak hanya itu, setelah lolos mendapatkan beasiswa, calon mahasiswa akan dibina di asrama UIN Malang, agar terus hafal hingga selesai 30 juz.

"Kalau terus berprestasi, akan terus diusulkan agar kembali dapat beasiswa tahun selanjutnya. Kalau malah tak berprestasi, tidak akan diusulkan dapat beasiswa lagi," katanya.

Lebih lanjut Helmy mengatakan, selain beasiswa untuk penghafal Al Quran, UIN Malang juga telah bekerja sama dengan 9 pondok pesantren yang ada di Jawa Timur yang meluluskan santrinya tanpa ada ijazah formal.

"Bagi santri lulusan pondok pesantren yang tidak memiliki ijazah pendidikan formal bisa diterima di UIN Malang, asal ada ijazah sekolah non formal yang dikeluarkan oleh pesantren yang bersangkutan," paparnya.

Sembilan pesantren yang sudah menjalin kesepakatan dengan UIN Malang itu, di antaranya, Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, Nurul Jadid, Paiton Probolinggo, Al Amien Madura, Gontor Ponorogo.


Penulis: Yatimul Ainun
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary