Kamis, 21 Agustus 2014

News / Edukasi

Rektor UKI: Demo Boleh asal Jangan "Chaos"

Kamis, 15 Maret 2012 | 05:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pascabentrokan antara mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan polisi, Rektor UKI Maruli Gultom mengingatkan kepada seluruh mahasiswanya agar tak melakukan tindak anarki dalam setiap unjuk rasa.

"Kalau demo boleh, asal jangan chaos-lah, biasa-biasa saja, yang penting aspirasi disampaikan. Kalau ada yang chaos jangan ikut-ikutan," ujarnya kepada wartawan seusai bertemu Kapolres Jakarta Pusat, Rabu (14/3/2012).

Maruli mengadakan pertemuan dengan Kapolres Jakarta Pusat Kombes Angesta Romano Yoyol untuk menyepakati beberapa hal. Poin yang paling penting adalah bahwa pihak rektorat harus mengawasi aktivitas mahasiswanya agar peristiwa bentrokan tidak terulang.

Ia berharap aksi unjuk rasa mahasiswanya untuk menentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah tersebut bukan ditunggangi oleh kepentingan politik tertentu. "Mahasiswa itu gerakan moral, bukan politik," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa UKI menentang kenaikan BBM berujung bentrok dengan polisi di Jalan Diponegoro, depan RSCM, Jakarta Pusat. Enam orang mahasiswa ditangkap dalam peristiwa tersebut.


Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor : Benny N Joewono