Rabu, 26 November 2014

News /

Dana BOS SMA/SMK Rp 10.000

Sabtu, 17 Maret 2012 | 03:51 WIB

Sukabumi, Kompas - Besaran rintisan dana bantuan operasional sekolah menengah untuk mendukung pendidikan 12 tahun ditetapkan Rp 10.000 per siswa per bulan. Ini dinilai sangat kecil.

Pihak sekolah menengah kejuruan mempertanyakan besaran itu. Apalagi, besaran bantuan operasional sekolah (BOS) disamakan antara SMA dan SMK.

”Kami bukan tak mensyukuri bantuan. Namun, pemerintah semestinya memperhitungkan betul kebutuhan biaya pendidikan tiap sekolah. Pendidikan di SMK itu banyak praktiknya, tak bisa disamakan SMA,” kata Ade Santana, Kepala SMKN 1 Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (16/3).

Jumlah siswa sekolah dengan program keahlian kelautan dan pelayaran ini di bawah 400 orang, yang umumnya siswa miskin. Untuk praktik perkapalan saja, dananya Rp 30 juta sekali berlayar untuk bahan bakar kapal.

Menurut Akib Ibrahim, Kepala SMKN 1 Pacet, Kabupaten Cianjur, dana BOS SMA/SMK jangan sampai menutup peluang partisipasi masyarakat mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan di sekolah. Kucuran dana BOS pemerintah hanya cukup memberi layanan pendidikan minimal.

”Siswa miskin seharusnya disubsidi penuh pemerintah. Siswa lain membayar sesuai kemampuan. Konsekuensinya, sekolah harus bisa mempertanggungjawabkan penggunaan dana masyarakat,” ujar Akib.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, rintisan dana BOS sekolah menengah tahun ini memang kecil. Pemerintah sedang menyiapkan program pendidikan menengah universal. Rencananya, dana BOS SMA/SMK tahun 2013 berkisar Rp 1 juta-Rp 1,5 juta per siswa per tahun.

Bagi sekolah SMK, peningkatan dana BOS senilai Rp 1 juta-Rp 1,5 juta dinilai belum memadai. Besaran bantuan jika diiringi larangan sekolah memungut sumbangan penyelenggaraan pendidikan dinilai justru merugikan siswa dan guru.

”Penghitungan besaran BOS SMA/SMK mesti dibedakan. Kebutuhan minimal siswa SMK yang banyak praktik berkisar Rp 2,5 juta. Pemerintah harus turun langsung ke sekolah agar tahu kebutuhan dana pendidikan sesungguhnya,” kata Kepala SMKN 1 Sukabumi Wahyuto.

Iwan Hermawan, Sekretaris Jenderal Federasi Guru Independen Indonesia, yang juga Wakil Kepala SMA di Bandung, mengatakan, rintisan BOS untuk sekolah menengah dihitung mulai Januari 2012.

”Nanti akan cair per triwulan. Dari sosialisasi diinformasikan, penyaluran rintisan BOS sekolah menengah mulai April,” kata Iwan. (ELN)


Editor :