Sabtu, 25 Oktober 2014

News / Edukasi

Pelajar Anggota Geng Motor Akan Diawasi

Senin, 2 April 2012 | 11:11 WIB

KOMPAS.com — Aksi geng motor yang belakangan ini identik dengan kekerasan membuat Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Jawa Barat, memperketat pengawasan pada pelajar yang dicurigai menjadi anggota geng motor.

"Pengawasan yang kami lakukan ini untuk mencegah pelajar di Kota Sukabumi ikut menjadi anggota geng motor, karena pelajar yang menggunakan motor untuk kendaraan menuju sekolah cukup banyak yang berpotensi ikut menjadi anggota geng motor," kata Kepala Disdik Kota Sukabumi, Ayep Supriatna, kepada wartawan, Senin (2/4/2012).
     
Ia mencontohkan aksi kekerasan yang dilakukan oleh geng motor, yakni kasus tawuran antar-geng motor yang menyebabkan satu orang pelajar, yakni Rizki Maulana (16) pelajar SMAN I Kota Sukabumi, tewas dikeroyok anggota geng motor pada Minggu (25/3/2012) lalu.
     
Untuk mengantisipasi jatuhnya korban lainnya, pemerintah akan melakukan penekanan terhadap penggunaan sepeda motor di kalangan pelajar."Kami akan menggelar razia kepemilikan surat izin mengemudi (SIM) dan mereka yang tidak punya SIM dilarang membawa motornya," tambahnya.
    
Diakui Ayep, mayoritas pelajar SMA di Kota Sukabumi memakai sepeda motor untuk berangkat ke sekolah. Namun, pihaknya belum mempunyai data terkait berapa jumlah pelajar yang memiliki sepeda motor dan menjadi anggota geng motor.
      
"Kami masih melakukan pendataan sampai saat ini untuk mengetahui berapa jumlah pelajar yang memiliki sepeda motor dan apakah ada di antara mereka yang menjadi anggota geng motor," kata Ayep.


Editor : Lusia Kus Anna
Sumber: