Rabu, 3 September 2014

News / Edukasi

Politeknik Negeri Gelar Ujian Masuk Nasional

Sabtu, 21 April 2012 | 08:54 WIB

Jakarta, Kompas - Politeknik negeri akan menerapkan seleksi ujian masuk mahasiswa baru secara nasional. Nantinya, calon mahasiswa di seluruh Indonesia bisa memilih politeknik di daerah lain seperti yang berlaku dalam seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri.

”Tidak jauh beda dengan yang ada di perguruan tinggi negeri,” kata Bambang Wasito Adi, Direktur Politeknik Media Kreatif Negeri (PoliMedia) Jakarta, Kamis (19/4).

Pendaftaran ujian masuk politeknik negeri (UMPN) dibuka hingga 7 Juli 2012. Pelaksanaan ujian pada 14 Juli. Ada ujian gambar untuk program studi tertentu. Adapun pengumuman lulus dilaksanakan pada 18 Juli.

Tipri Rose Kartika, Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru PoliMedia Jakarta, mengatakan, UMPN diikuti 33 politeknik negeri. Pembuatan soal dilakukan tim secara nasional.

Peserta dapat memilih program bidang nonrekayasa dan rekayasa (SMA/MA jurusan IPA), sedangkan non-IPA hanya bisa memilih bidang nonrekayasa. Harga formulir pendaftaran Rp 200.000 untuk satu pilihan program studi dan Rp 250.000 untuk dua program studi.

”Peserta bisa memilih politeknik di luar daerahnya. Ada forum direktur yang akan memutuskan calon mahasiswa yang diterima lintas daerah,” kata Tipri.

Menurut dia, porsi penerimaan mahasiswa baru lewat jalur UMPN di PoliMedia mencapai 60 persen. Adapun yang lewat jalur penelusuran minat dan kemampuan porsinya 40 persen.

Kebutuhan tinggi

Menurut Bambang, serapan industri untuk lulusan politeknik cukup tinggi. Ini terutama untuk lulusan program yang unik. PoliMedia yang dibuka pemerintah tahun 2008 pun diminati masyarakat. Dari kuota sekitar 700 orang, pendaftar mencapai 2.500 orang.

PoliMedia didirikan pemerintah untuk menyiapkan tenaga terampil tingkat madya di bidang industri kreatif. Lulusannya difokuskan terampil dan memahami proses produksi serta dibekali pengetahuan dan wawasan berwirausaha.

Politeknik ini punya program teknik pengemasan. Ini program pertama dan satu-satunya di Indonesia. ”Lulusannya diminta asosiasi pengemasan 80 orang per tahun, tetapi tak bisa terpenuhi,” kata Bambang. (ELN)


Editor : Lusia Kus Anna
Sumber: