Jumat, 25 April 2014

News /

Indonesia Torehkan Prestasi di Robogames

Kamis, 26 April 2012 | 03:51 WIB

Baca juga

BANDUNG, KOMPAS - Tim robotika dari Indonesia berhasil meraih medali emas dalam kompetisi internasional, Robogames 2012, yang berlangsung di San Mateo, California, Amerika Serikat. Sebanyak lima medali emas dan satu medali perak dipersembahkan tim yang berasal dari Universitas Komputer Indonesia di Bandung, Jawa Barat, dan Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta.

Medali emas yang diperoleh tim dari Unikom berasal dari kategori shooting gallery, walker challenge, dan ribbon climber. Yang dipertandingkan dalam kategori shooting gallery adalah kemampuan robot untuk menembakkan pelet karet ke sasaran, kategori walker challenge menguji kemampuan robot untuk berjalan melalui tumpukan obyek yang berserakan, sedangkan ribbon climber mengharuskan robot bisa menaiki pita menggunakan sumber daya seefisien mungkin.

”Ditambah dengan hasil kami sewaktu mengikuti kompetisi sebelumnya di Amerika Serikat, tim dari Unikom membawa pulang lima medali emas dan satu medali perak. Ini adalah peningkatan dari tahun sebelumnya, yakni empat medali emas dan satu medali perak,” kata Rektor Unikom Eddy Soeryanto Soegoto di Bandung, Selasa (24/4).

Robogames 2012 diikuti tim dari 37 negara di dunia, seperti Argentina, Denmark, India, Israel, Jepang, Kuwait, dan AS. Ada 61 kategori yang diperlombakan, mulai dari kategori humanoid, sumo, pertempuran, sepak bola robot, hingga robot seni.

Sebelum Robogames yang berlangsung 20-22 April 2012, tim dari Unikom juga mengikuti turnamen robot Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest and Robo Waiter yang dilangsungkan di Hartford, Connecticut. Di sana, mereka meraih medali emas untuk kategori robo waiter entry level serta medali emas sekaligus perak untuk kategori robo waiter advanced. Dalam event di Hartford, tim dari Indonesia membawa pulang empat medali emas, tiga medali perak, dan satu medali perunggu.

Eddy mengatakan, partisipasi mereka dalam kompetisi robotika internasional memang didanai secara pribadi. Tim dari perguruan tinggi lain disokong Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (ELD)

 


Editor :