Selasa, 2 September 2014

News / Edukasi

Kebocoran Soal Mengalir dari Sekolah Induk

Kamis, 26 April 2012 | 13:05 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesian Corruption Watch (ICW) menemukan bukti-bukti kecurangan dan kebocoran soal dan kunci jawaban pada pelaksanaan ujian nasional (UN) jenjang SMP. Hasil investigasi ICW menemukan, bocoran soal dan kunci jawaban telah diberikan kepada siswa sehari sebelum UN dilaksanakan.

Bocoran diperoleh siswa dari guru, sementara guru memperoleh bocoran tersebut dari pegawai tata usaha. Dari penelusuran posko pemantauan ICW, pegawai tata usaha itu mendapatkan bocoran soal dari sekolah induk tempat penyebaran soal UN ke sekolah-sekolah. Informasi awal mengenai kebocoran ini diperoleh dari posko pengaduan yang dibentuk masyarakat sipil di 16 kabupaten/kota pada 24 April 2012 lalu.

"Kepala sekolah ditengarai juga mengetahui bocoran ini. Bahkan mengeluarkan sejumlah uang untuk mendapat bocoran," ujar peneliti senior ICW, Febri Hendri, Kamis (26/4/2012), di Jakarta.

Berdasarkan hasil verifikasi atas bocoran dengan jawaban soal UN Matematika berkode soal A69, B71, C86, D45, dan E57, diketahui ada kecocokan lebih dari 60% antara bocoran dengan jawaban 40 soal UN yang sebenarnya.

"Memang, ada jawaban salah dalam bocoran itu. Tapi, jawaban salah ini tidak terlalu banyak dan bisa dipahami karena pembocor soal tidak ingin nilai siswa yang dapat bocoran terlalu mencolok," kata Febri.

Adanya bocoran ini, lanjut Febri, membuktikan sistem UN 2012, terutama untuk jenjang SMP, tidak dapat diandalkan. Sistem ini mudah dibobol pihak-pihak tertentu. Febri menegaskan, pihaknya menyesalkan kasus kebocoran ini karena secara tidak langsung mengajarkan ketidakjujuran dan kecurangan pada siswa.


Penulis: Indra Akuntono
Editor : Latief