Jumat, 24 Oktober 2014

News / Edukasi

Dianiaya Senior, 2 Pelajar Bone Masuk RS

Selasa, 1 Mei 2012 | 23:40 WIB

BONE, KOMPAS.com - Dua pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Baruna Jaya Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan harus masuk rumah sakit lantaran menderita kesakitan pada bagian perut serta alat vitalnya.

Kedua pelajar yakni Rizaldi (15) dan Bayu Reksa (16) mengaku kerap dianiaya oleh seniornya tanpa mengetahui kesalahan yang diperbuatnya

"Hampir tiap hari saya dipukul baru tidak tahu apa kesalahanku. Biasanya kalau ada teman yang berbuat salah maka semuanya harus mendapat hukuman dari senior," kata Rizaldi, didampingi kedua orangtunya.

Keduanya harus mendapat perawatan di unit gawat darurat dan harus menjalani tes radiologi untuk mengetahui kerusakan fisik bagian dalam.

Atas perlakukan ini, kedua orangtua korban mengaku keberatan dan berniat melaporkan peristiwa kekerasan ini kepada pihak yang berwajib.

"Saya akan laporkan ini. Masa saya punya anak dipukul. Seandainya yang pukul gurunya tidak ada masalah, tapi ini dipukul oleh seniornya," ujar Abdul Hafid, salah seorang orangtua korban.

Sementara itu menanggapi aksi kekerasan yang terjadi di lingkungan anak didiknya, pihak sekolah saling berbantahan akan kasus ini.

Andi Said, guru keamanan sekolah mengakui bahwa memang kerap terjadi pemukulan yang dilakukan oleh senior terhadap juniornya dan aksi kekerasan seperti ini dilakukan secara sembunyi tanpa pengawasan dari pihak sekolah.

"Selama saya mengajar di sana sudah banyak saya saya dapati. Biasanya dilakukan di dalam WC atau di tempat tempat tersembunyi," ujar Andi Said.

Meski demikian, pihak sekolah berjanji akan memproses para pelaku tindak kekerasan sambil menunggu laporan dari pihak korban.

"Kalau ada junior yang dipukul sama seniornya maka silahkan lapor ke kami. Kami akan tindak sesuai dengan peraturan yang berlaku di sini," ujar Andi Pamellori, Kepala Sekolah SMK Baruna Jaya.


Penulis: Abdul Haq
Editor : Tri Wahono