Senin, 29 Agustus 2016

Edukasi

Mahasiswa Perancis Berpidato dalam Bahasa Indonesia

Selasa, 5 Juni 2012 | 18:04 WIB

LONDON, KOMPAS.com--Sebanyak empat mahasiswa dari dua perguruan tinggi, yaitu Institut National des Langues et des Civilisations Orientals (INALCO) dan dari Universite de La Rochelle (ULR) mengikuti final lomba pidato alam Bahasa Indonesia di Balai Budaya KBRI Paris, Perancis baru-baru ini.

Atase Pendidikan KBRI Paris , Syafsir di London, Senin mengatakan lomba pidato Bahasa Indonesia yang baru pertama kalinya diselenggarakan KBRI Paris ini merupakan upaya diplomasi publik melalui bidang pendidikan dan kebudayaan.

Syafsir Akhlus mengatakan keempat peserta adalah mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia di universitasnya masing-masing, yang kebetulan adalah mahasiswa licence (sarjana) tahun ketiga mengikuti lomba pidato Bahasa Indonesia, berhadiah tiket Paris-Jakarta.

Penilaian lomba yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2012, tidak semata-mata didasarkan atas paparan pidatonya, tetapi juga dinilai kecakapan penuturan Bahasa Indonesia dalam berkomunikasi dengan publik.

Astrid Gimonneau dari Universitas de La Rochelle merupakan peserta termuda mengemas pidatonya dalam bentuk cerita tentang mimpinya mengunjungi suatu negeri yang sangat indah dan menarik, negeri yang selama ini hanya diketahuinya lewat bacaan dan tontonan.

Astrid Gimonneau menyampaikan pidatonya dengan menatap lurus kedepan seolah melihat suatu layar yang menayangkan apa yang disampaikannya, tutur bahasa yang halus dari Astrid membuat salah satu penonton sampai terharu dan meneteskan air mata.

Di akhir pidatonya Astrid menyampaikan keinginannya untuk mengunjungi Indonesia, karena dia belum pernah berkunjung ke Indonesia dan berharap dengan mengikuti Lomba ini dia bisa memenangkan tiket Paris-Jakarta.

Sementara itu, peserta lainnya Orkhon Enkhbataar, mahasiswa dari Universitas de la Rochelle mengangkat tema keramahtamahan yang merupakan ciri khas Bangsa Indonesia. Penuturannya yang lancar diselingi guyonan segar mampu membuat hadirin tertawa dan memberikan tepuk tangan.

Orkhon yang pernah ke Indonesia ikut program Dharmasiswa dan kuliah satu semester di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mengangkat tema tentang Sumpah Pemuda, dan mengatakan dia bangga mengenal Indonesia, yang memiliki Sumpah Pemuda.

Sementara itu peserta yang tampil diurutan ketiga adalah Camille Bonneville, mahasiswi L3 Bahasa Indonesia di INALCO Paris.

INALCO dan Universitas de La Rochelle merupakan dua dari tiga perguruan tinggi erancis yang memberikan pelajaran/kuliah Bahasa Indonesia.

INALCO yang sebelumnya bernama Langue O bahkan sudah mengajarkan Bahasa Indonesia sejak tahun 1795, waktu itu masih bernama Bahasa Melayu.

Camille juga pernah berkunjung ke Indonesia, dia bekerja untuk lembaga swadaya masyarakat (lsm) yang membantu rehabilitasi Aceh pasca tsunami. Secara ilmiah Camille menguraikan tentang keragaman Bahasa yang ada di Indonesia dan ancaman kepunahannya.

Menurut Camille, bahasa-bahasa yang ada di Indonesia merupakan kurang lebih 10 persen dari bahasa-bahasa yang ada di dunia, dan bangsa Indonesia harus menyadari hal tersebut sebelum bahasa-bahasa yang dimiliki Indonesia terancam punah.

Secara khusus Camille menyoroti Bahasa Bali yang sekarang semakin jarang digunakan, padahal untuk dapat memahami dengan baik budaya Bali satu-satunya jalan adalah mempelajarinya dengan Bahasa Bali.

Peserta lainnya Zacharia Medjahed,  mahasiswa L3 Bahasa Indonesia di INALCO yang juga pernah ke Indonesia dan menjelajahi Pulau Jawa, mulai dari Jakarta sampai ke Banyuwangi.

Kesan yang paling mendalam yang dirasakan Zacharia adalah pada saat dia mengunjungi Kawah Ijen dan mengamati para penambang belerang disana.

Dewan Juri yang diketuai Wakil Duta Besar RI untuk Prancis Minister Stephanus Yuwono, terdiri atas Minister Consuler Arifi Saiman, Koordinator Bidang Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Paris, dan  Ketua PPI Paris Niken Kusumawardhani menetapkan Orkhon Enkhbataar sebagai pemenang pertama.

Pengumuman pemenang disampaikan Atase Pendidikan KBRI Paris,Syafsir Akhlus dan  penanggung jawab acara menetapkan pemenang kedua Camille Bonneville, ketiga diraih Zacharia Medjahed, dan keempat Astrid Gimonneau.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Prancis, Monako dan Andorra Rezlan Izhar Jenie, menyerahkan hadiah utama berupa tiket pergi pulang Paris-Jakarta kepada pemenang pertama kepada Orkhon Enkhbataar.

Hadiah berupa e-book reader diserahkan oleh para juri kepada pemenang kedua, ketiga dan keempat. Selain hadiah tersebut, masing-masing peserta juga mendapatkan dua buah buku tentang kepemimpinan Indonesia dan satu buah DVD tentang Indonesia.

 

Editor : Jodhi Yudono
Sumber: