Selasa, 2 September 2014

News / Travel

"Baralek Gadang" Pariwisata dan Olahraga di Sumbar

Senin, 11 Juni 2012 | 17:23 WIB

Terkait

PADANG, KOMPAS.com - Tour de Singkarak (TdS) menjadi ajang perkawinan antara olahraga dan pariwisata. Tahun ini, ajang balap sepeda internasional tersebut mengambil rute 14 kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Menurut Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar, setiap daerah yang dilewati memiliki obyek wisata andalan masing-masing.

"Misalnya di Bukittinggi ada jam gadang. Lalu ada Ngarai Sianok. Yang ramai pas di Lembah Harau, ada air terjun buat mandi. Belum lagi makanan, 14 kabupaten makanannya sangat variatif. Para atlet juga selalu mencoba makanan Sumbar," kata Sapta, di titik start etape 7 TdS di Padang, Minggu (10/6/2012).

Sapta menuturkan ajang TdS ini ibarat "baralek gadang" atau pesta besar. "Ini kalau kata orang Minang adalah 'baralek gadang' atau pesta besar. Jadi tidak hanya melibatkan polisi, pebalap, pemerintah, tapi juga masyarakat," kata Sapta.

Partisipasi masyarakat misalnya penyediaan makanan, jual suvenir, sampai okupansi hotel-hotel yang penuh selama TdS.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno menuturkan sejak penyelenggaraan TdS di tahun 2009, terjadi peningkatan jumlah kamar dan restoran di Sumatera Barat. Hal ini, tuturnya, meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Sedangkan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Malarangeng, mengungkapkan panorama Sumatera Barat sangat indah. Ia sendiri mengaku belum berkesempatan mengunjungi Danau Singkarak.

"Orang selalu kepikirannya danau di Sumatera itu Danau Toba. Padahal ada Danau Singkarak. Tantangan ke depan, Danau Singkarak harus punya tempat resor. Jadi sambil berwisata di sana, sampai ke Danau Atas dan Danau Bawah, lalu menginap di resor. Ini bisa menarik wisatawan," jelasnya.


Penulis: Ni Luh Made Pertiwi F
Editor : I Made Asdhiana