Sabtu, 25 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 25 Mei 2013 | 12:02 WIB
Pelajar Indonesia Ikuti Lomba "Entrepreneurship" di Jepang
Penulis : Ester Lince Napitupulu | Jumat, 15 Juni 2012 | 17:00 WIB
|
Share:

Kompas/Ester Lince Napitupulu
Tim Indonesia yang mengikuti lomba entrepreneurship dalam ajang Global Enterprise Challenge (GEC) 2012.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim pelajar Indonesia berada di Kyoto, Jepang, sejak Jumat (15/6/2012) hingga Minggu (17/6/2012), untuk mengikuti lomba entrepreneurship dalam ajang Global Enterprise Challenge (GEC) 2012.

Meski diikuti sekitar 15-20 negara, yang berlomba secara langsung hanya lima negara, termasuk Indonesia. Peserta dari negara-negara lain, umumnya memilih berlomba dengan memanfaatkan teknologi internet. Hal itu dilakukan untuk mengurangi perjalanan udara, yang dapat berdampak pada polusi udara.

"Negara yang mau hadir langsung, supaya suasana kompetisi terasa, tidak apa-apa. Dengan datang langsung, para siswa punya pengalaman bertemu dengan pelajar dari negara lain" kata Ketua Tim Pelajar Indonesia, Syalendra Harahap.

Pada dasarnya GEC merupakan lomba inovasi dan kewirausahaan di bidang sains, yang mendayagunakan teknologi internet serta mencakup kompetisi global. GEC akan memberikan tantangan yang harus diselesaikan dalam waktu 24 jam.

Siswa-siswi dari seluruh dunia ditantang untuk bekerja sama dalam tim, untuk merancang suatu prototip dan studi kelayakan untuk sebuah produk yang bisa dipasarkan dan memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Tantangan yang ditampilkan menuntut penyelesaian dengan inovasi teknologi, dengan disertai  kepekaan sosial dan bersifat kecintaan pada lingkungan hidup atau nature friendly.

Indonesia mengirimkan enam pelajar yang dinamakan Tim BNI46-Exhaust Development Corporation. Mereka adalah Andi Harun Nur Akhar (SMAN 1 Berau), Kezia Alaia (Madania Secondary School), M Rafif Prasetyo (Darul Hikam International School Bandung), Sastia Ardianingtyas (SMAN 2 Kudus), Winda Kirana Marantika (SMAN 1 Yogyakarta), dan Yonathan Nikolaus (SMAK BPK Penabur Tasikmalaya).

Tim Indonesia ini juara pertama di ajang Indonesia Science Enterprise Challlenge (InaSEC). Ketika mewakili Indonesia di tingkat Asian Science Enterprise Challenge (ASEC) di Singapura, tim ini meraih juara kedua.

Program InaSEC dan ASEC untuk melahirkan technopreneurs di masa depan, didukung Surya Institute dan United in Diversity. Penyelenggaraannya telah memasuki tahun keempat.

Rosihan Arsyad, Presiden InaSEC dan ASEC 2012, mengatakan, tim Indonesia terdiri atas peserta yang berasal dari berbagai daerah, latar belakang budaya, dan disiplin ilmu. Hal ini mengajarkan peserta bisa bekerjasama dalam mempelajari spirit entrepreneurship, untuk menerapkan inovasi sains dalam kehidupan sehari-hari.

Editor :
Agus Mulyadi