Senin, 22 Desember 2014

News / Regional

Uang Belanja untuk Biaya Sekolah, Istri Dihajar Suami

Rabu, 20 Juni 2012 | 22:59 WIB

SITUBONDO, KOMPAS.com - Suhartini (35), ibu muda yang tinggal di Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Situbondo, Jawa Timur, melaporkan Buyono (38) yang tak lain adalah suaminya ke Mapolres Situbondo.

Ibu dua anak ini mengaku terpaksa melaporkan suaminya lantaran Buyono telah melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Rabu (20/6/2012).

Akibat penganiayaan yang dilakukan Buyono di rumahnya sekitar pukul 13.00 WIB, Suhartini babak belur, pelipis kirinya memar, kelopak mata kiri juga memar. Luka memar juga dialami pada paha kirinya. Saat ini, korban masih menjalani rawat inap di Puskesmas Arjasa.

Keterangan yang dihimpun menyebukan, penganiayaan itu terjadi karena Suhartini menghabiskan uang belanja Rp 200 ribu dari Rp 400 ribu yang diberi suaminya. Buyono marah kepada istrinya karena uang Rp 400 ribu berkurang. Padahal, menurut istrinya, uang Rp 200 ribu itu digunakan Suhartini untuk keperluan anaknya yang masih sekolah. 

Tahu suaminya marah, Suhartini sebenarnya sudah berusaha menutupi kekurangan uang tersebut dengan meminjam kepada saudaranya. Namun, hal tersebut malah membuat Buyono kalap.

"Diakui uang sebesar Rp 200 ribu itu memang habis, namun sejumlah uang tersebut digunakan adik saya untuk kepentingan anaknya yang sekolah. Itu dilakukan karena adik saya jarang dikasih uang belanja sama suaminya. Makanya waktu anaknya minta untuk kepentingan sekolahnya, ya adik saya ngambil uang itu," kata Budiarjo, kakak korban, saat ditemui di Puskesmas Arjasa.

Tak terima dengan perbuatan Buyono yang ringan tangan terhadap istrinya, Suhartini dan keluarganya melaporkan kasus KDRT tersebut ke Mapolsek Arjasa. Selanjutnya kasus KDRT itu dilimpahkan ke Mapolres Situbondo.

Begitu mengetahui dilaporkan ke polisi, Buyono langsung kabur dari rumahnya.

Kapolsek Arjasa AKP Didik Rudianto mengatakan, "Kami sudah menerima laporan KDRT tersebut, dan sekarang kami masih memintai keterangan sejumlah saksi. Suami korban juga dalam pengejaran karena diduga kabur setelah tahu kasusnya dilaporkan."


Penulis: Kontributor Probolinggo, Ahmad Faisol
Editor : Tri Wahono