Minggu, 26 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 26 Mei 2013 | 05:13 WIB
Australia Butuh Lulusan Teknik UI dan ITB
Penulis : L Sastra Wijaya | Jumat, 6 Juli 2012 | 10:08 WIB
|
Share:
Shutterstock Ilustrasi

ADELAIDE, KOMPAS.com — Kesempatan bagi warga muda Indonesia untuk bekerja di Australia semakin terbuka. Menyusul peningkatan visa bekerja dan berlibur (work and holiday visa) menjadi 1.000 orang, Australia juga membutuhkan para lulusan teknik dari Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Peningkatan working holiday visa yang semula hanya diberikan kepada 100 orang menjadi 1.000 orang diumumkan dalam pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Perdana Menteri Julia Gillard di Darwin, sementara kebutuhan akan lulusan UI dan ITB merupakan bagian dari visa umum bagi kalangan profesional yang ingin bekerja di Australia.

Program lulusan profesional yang dinamakan visa 476 tampaknya memang menargetkan para lulusan jurusan teknik dari berbagai universitas yang diakui mutunya oleh Australia. Menurut laporan koresponden Kompas di Australia, L Sastra Wijaya, bila Anda adalah lulusan jurusan teknik dari UI atau ITB dalam dua tahun terakhir ini, dan memiliki kemampuan berbahasa Inggris dengan minimal IELTS 6, Anda bisa bekerja sampai 18 bulan di Australia.

Dalam masa itu, Anda boleh melamar untuk menjadi warga permanen untuk tinggal di Australia bila kemudian memenuhi kriteria lainnya. Tidak disebutkan mengapa dari Indonesia hanya UI dan ITB saja yang dipilih, tetapi secara keseluruhan hanya ada 106 universitas dari seluruh dunia yang masuk dalam kategori tersebut, dengan 46 di antaranya berasal dari Asia.

Adanya boom di bidang pertambangan tampaknya menjadi salah satu alasan mengapa Australia membutuhkan banyak sarjana teknik. Informasi lebih lengkap mengenai visa 476 bisa diakses di sini: http://www.immi.gov.au/skilled/general-skilled-migration/476/.

Berbeda dengan visa lainnya, visa lulusan profesional 476 ini tidak mensyaratkan Anda untuk mendapatkan pekerjaan terlebih dahulu sebelum masuk ke Australia. Bila visa 476 diperuntukkan bagi mereka yang memiliki pendidikan yang dibutuhkan oleh Australia, work dan holiday visa (Visa 462) bagi 100 warga Indonesia setiap tahunnya diperuntukkan bagi mereka yang bisa berusia antara 18-30 tahun. Visa ini memungkinkan Anda untuk tinggal dan bekerja selama 12 bulan di Australia.

Biasanya mereka yang memanfaatkan visa ini menggunakannya untuk berlibur keliling Australia sambil bekerja paruh waktu guna membiayai liburan tersebut. Jenis pekerjaan yang paling populer adalah menjadi pemetik buah, seperti stroberi, apel, anggur, dan tomat, selama musim panas antara bulan Desember sampai April.

Editor :
Rusdi Amral