Minggu, 26 Oktober 2014

News / Edukasi

UI Sediakan 8.000 Kursi di SIMAK UI

Minggu, 8 Juli 2012 | 21:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Universitas Indonesia (UI) menyediakan sekitar 8.000 kursi, mulai dari program pendidikan vokasi, sarjana, hingga pascasarjana melalui jalur seleksi nasional masuk UI (SIMAK UI). Daya Tampung ini diperebutkan 49.479 pendaftar.

Rektor UI, Prof Dr Gumilar Rusliwa Somantri, Minggu (8/7/2012), mengatakan, hal yang penting untuk diperhatikan pada pelaksanaan SIMAK UI adalah integrasi penerimaan mahasiswa baru, mulai dari vokasi hingga program doktoral, sehingga calon mahasiswa memiliki pilihan yang beragam dalam memilih program studi.

Rektor UI kembali menekankan bahwa pembebanan biaya pendidikan mahasiswa program sarjana reguler yang diterima melalui SIMAK UI, tidak dibedakan dengan mahasiswa program sarjana reguler yang diterima melalui SNMPTN undangan dan SNMPTN tulis.

Mengikuti Permendiknas 34/2010, daya tampung S1 Regular di SIMAK-UI adalah 20 persen dari total keseluruhan kuota per jurusan. Adapun daya tampung S1 regular melalui SNMPTN jalur undangan ialah 40 persen, dan daya tampung S1 reguler melalui SNMPTN jalur ujian tulis adalah 40 persen.

Pada SIMAK UI 2012, program studi sarjana reguler yang paling diminati adalah kedokteran (IPA) yaitu sebanyak 6.094 pendaftar. Di program studi manajemen (IPS) sebanyak 4.479 pendaftar.

Pada program S1 paralel, program studi Ilmu Hukum menjadi program studi yang paling banyak diminati yaitu sebanyak 3.078 pendaftar, serta sebanyak 1.935 pendaftar berminat pada program studi Akuntansi Vokasi.

Selain itu, program magister manajemen menjadi program studi yang paling diminati pada jenjang pendidikan S2 yaitu sebanyak 375 orang. Sedangkan program studi Ortodonsia dan Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk) menjadi program studi yang paling diminati pada jenjang Program Spesialis dan Program Profesi.

Pada jenjang doktoral, program studi Ilmu Manajemen menjadi program studi yang paling diminati yaitu sebanyak 73 pendaftar.


Penulis: Ester Lince Napitupulu
Editor : Agus Mulyadi