Senin, 22 Desember 2014

News / Edukasi

Uji Kompetensi Guru

Rektor UNY: UKG Tak Sesuai Terminologinya

Senin, 30 Juli 2012 | 15:25 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rochmat Wahab menilai, uji kompetensi guru (UKG) tidak sesuai dari segi terminologi. Menurutnya, esensi dari suatu ujian adalah akan menentukan peserta yang lulus atau tidak lulus, dan itu tidak terjadi dalam pelaksanaan UKG.

"Kalau hanya pemetaan saja itu oke. Tapi, namanya ujian itu tidak pas kalau tidak menentukan lulus atau tidak," kata Rochmat kepada Kompas.com, Senin (30/7/2012), di Jakarta.

Meski demikian, Rochmat menekankan, pihaknya yang turut melaksanakan Pusat Latihan Pendidikan Guru (PLPG) tidak menolak digelarnya UKG terhadap 1.020.000 guru yang telah tersertifikasi. Dengan catatan, ujian tersebut dapat dilakukan melalui persiapan yang baik, mulai dari pembuatan soal yang mengikuti validitas dan elibilitas, sampai pada kerahasiaan penilaiannya.

"Esensinya seperti tidak sesuai konteks. Tapi hasilnya nanti dapat dijadikan pegangan, dan kita berpikir baik saja semoga semuanya dilakukan sesuai dengan kaidah yang berlaku," ujarnya.

Seperti diberitakan, UKG mulai dilaksanakan hari ini hingga 12 Agustus mendatang. Dimulai dari guru SMP bersertifikat, UKG selanjutnya akan menguji guru di jenjang SMA dan terakhir guru TK-SD dengan total peserta mencapai 1.020.000 guru bersertifikat.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  Mohammad Nuh menegaskan, pelaksanaan UKG bukan sekadar lulus atau tidak lulus ujian. Melainkan lebih kepada untuk memetakan kompetensi guru setelah diberikan tunjangan profesi.

 


Penulis: Indra Akuntono
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary