Rabu, 3 September 2014

News / Edukasi

Uji Kompetensi Guru

Belajar, lalu Bengong, dan Berdebar karena UKG...

Kamis, 2 Agustus 2012 | 16:10 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Amarin (46), salah seorang guru di Jakarta Selatan ini hanya bisa bengong di luar menanti  rekan-rekan seprofesinya yang kini sedang tekun mengikuti pelaksanaan UKG (Uji Kompetensi Guru) secara online di laboratorium komputer SMAN 70 Bulungan, Jakarta Selatan, Kamis (2/8/2012).

Di salah satu sudut sekolah, dia bersama dengan empat orang guru lainnya hanya duduk-duduk menantikan rekan-rekannya menyelesaikan 100 soal pedagogi sesuai mata pelajaran yang diemban di masing-masing sekolah.

Amarin ditemani Theo Rastam (46), Siti Anda Minarni (52), Setiawati (34), dan Rowi Nurhayati (47) ini tidak dapat mengikuti UKG lantaran usai mengikuti petunjuk teknis selama kurang lebih 30 menit, server komputer mereka kemudian gagal mengakses mata pelajaran yang akan diujikan tersebut.

"Saya guru Bahasa Indonesia, yang lainnya ada guru Pendidikan Kewarganegaraan, dan Bimbingan Konseling. Tiga mata pelajaran ini tidak bisa diakses di sini, server-nya bermasalah!" kata Amarin saat berbincang dengan Kompas.com, Kamis siang.

Amarin mengatakan mereka terpaksa menunggu di luar ruangan. Setelah dikonfirmasi dengan panitia pengawas dari LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan), mereka memutuskan bahwa keenam peserta, seorang lagi bernama P Sumarno (52) yang sudah pulang terlebih dulu, akan mengikuti UKG gelombang selanjutnya.

"Jadwalnya lagi harus nunggu sampai bulan Oktober," katanya lagi singkat.

Kendala bikin berdebar

Sampai dengan hari keempat, pelaksanaan UKG masih saja mengalami banyak kendala, bahkan dalam penyelenggaraan di Jakarta. Amarin menyesalkan keterbatasan infrastruktur tersebut. Pasalnya, dia lebih tegang menanti pelaksanaan UKG selanjutnya.

"Saya sudah belajar banyak, kita malah sudah siap, tetapi infrastrukturnya yang belum siap. Kalau begini, kita tambah berdebar aja jadinya," ucap Amarin

Karena tak dapat menyelesaikan UKG hari ini, sementara sudah mengambil izin tidak mengajar, Amarin dan rekan-rekannya pun praktis memiliki banyak waktu luang.

"Kalau sudah begini, saya cuma disini, yahh sambil ngabuburit nungguin teman lainnya," timpal Amarin diaminkan peserta lainnya.

"Ya udah, nanti main dah ke PGC, sekalian kita belanja. Obat stres!" timpal rekannya, Setiawati.


Penulis: Ali Sobri
Editor : Caroline Damanik