Belajar, lalu Bengong, dan Berdebar karena UKG... - Kompas.com

Belajar, lalu Bengong, dan Berdebar karena UKG...

Kompas.com - 02/08/2012, 16:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Amarin (46), salah seorang guru di Jakarta Selatan ini hanya bisa bengong di luar menanti  rekan-rekan seprofesinya yang kini sedang tekun mengikuti pelaksanaan UKG (Uji Kompetensi Guru) secara online di laboratorium komputer SMAN 70 Bulungan, Jakarta Selatan, Kamis (2/8/2012).

Di salah satu sudut sekolah, dia bersama dengan empat orang guru lainnya hanya duduk-duduk menantikan rekan-rekannya menyelesaikan 100 soal pedagogi sesuai mata pelajaran yang diemban di masing-masing sekolah.

Amarin ditemani Theo Rastam (46), Siti Anda Minarni (52), Setiawati (34), dan Rowi Nurhayati (47) ini tidak dapat mengikuti UKG lantaran usai mengikuti petunjuk teknis selama kurang lebih 30 menit, server komputer mereka kemudian gagal mengakses mata pelajaran yang akan diujikan tersebut.

"Saya guru Bahasa Indonesia, yang lainnya ada guru Pendidikan Kewarganegaraan, dan Bimbingan Konseling. Tiga mata pelajaran ini tidak bisa diakses di sini, server-nya bermasalah!" kata Amarin saat berbincang dengan Kompas.com, Kamis siang.

Amarin mengatakan mereka terpaksa menunggu di luar ruangan. Setelah dikonfirmasi dengan panitia pengawas dari LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan), mereka memutuskan bahwa keenam peserta, seorang lagi bernama P Sumarno (52) yang sudah pulang terlebih dulu, akan mengikuti UKG gelombang selanjutnya.

"Jadwalnya lagi harus nunggu sampai bulan Oktober," katanya lagi singkat.

Kendala bikin berdebar

Sampai dengan hari keempat, pelaksanaan UKG masih saja mengalami banyak kendala, bahkan dalam penyelenggaraan di Jakarta. Amarin menyesalkan keterbatasan infrastruktur tersebut. Pasalnya, dia lebih tegang menanti pelaksanaan UKG selanjutnya.

"Saya sudah belajar banyak, kita malah sudah siap, tetapi infrastrukturnya yang belum siap. Kalau begini, kita tambah berdebar aja jadinya," ucap Amarin

Karena tak dapat menyelesaikan UKG hari ini, sementara sudah mengambil izin tidak mengajar, Amarin dan rekan-rekannya pun praktis memiliki banyak waktu luang.

"Kalau sudah begini, saya cuma disini, yahh sambil ngabuburit nungguin teman lainnya," timpal Amarin diaminkan peserta lainnya.

"Ya udah, nanti main dah ke PGC, sekalian kita belanja. Obat stres!" timpal rekannya, Setiawati.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisAli Sobri
    EditorCaroline Damanik
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Jadi Wilayah Terluar, Kepulauan Riau Rawan terhadap Radikalisme dan Terorisme

    Jadi Wilayah Terluar, Kepulauan Riau Rawan terhadap Radikalisme dan Terorisme

    Regional
    Dukung Anies Izinkan Becak, Wakil Ketua DPRD DKI Ini Punya 5 Becak

    Dukung Anies Izinkan Becak, Wakil Ketua DPRD DKI Ini Punya 5 Becak

    Megapolitan
    Kisah Pilu TKW di Turki, Ditumpuk Seperti Kucing dan Disiksa hingga Tulang Iganya Patah

    Kisah Pilu TKW di Turki, Ditumpuk Seperti Kucing dan Disiksa hingga Tulang Iganya Patah

    Regional
    Jual Diri ke Kaum Gay, Pria Ini Ditelanjangi lalu Dibuang di Jalan

    Jual Diri ke Kaum Gay, Pria Ini Ditelanjangi lalu Dibuang di Jalan

    Megapolitan
    Menko Polhukam Gelar Rapat Soal Bantuan Indonesia untuk Negara Pasifik Selatan

    Menko Polhukam Gelar Rapat Soal Bantuan Indonesia untuk Negara Pasifik Selatan

    Nasional
    Mediasi dengan KPU Belum Berhasil, PBB Siap Lawan di Sidang Adjudikasi

    Mediasi dengan KPU Belum Berhasil, PBB Siap Lawan di Sidang Adjudikasi

    Nasional
    Kakek 61 Tahun Dilaporkan ke Polisi karena Cabuli 4 Bocah

    Kakek 61 Tahun Dilaporkan ke Polisi karena Cabuli 4 Bocah

    Regional
    Menurut PKB, Ini Modal Jokowi untuk Naikkan Elektabilitas

    Menurut PKB, Ini Modal Jokowi untuk Naikkan Elektabilitas

    Nasional
    M Taufik: Jadi Gubernur Pasti Banyak yang Laporin, Apalagi Banyak Belum Move On

    M Taufik: Jadi Gubernur Pasti Banyak yang Laporin, Apalagi Banyak Belum Move On

    Megapolitan
    Maklumat Kapolda Kalbar: Pelaku Pembakaran Lahan Didenda Rp 10 Miliar

    Maklumat Kapolda Kalbar: Pelaku Pembakaran Lahan Didenda Rp 10 Miliar

    Regional
    Terlibat Perselingkuhan, Wakil PM Australia Mengundurkan Diri

    Terlibat Perselingkuhan, Wakil PM Australia Mengundurkan Diri

    Internasional
    Simpatisan Partai Republikan Dukung Penyebaran Senjata Api di AS

    Simpatisan Partai Republikan Dukung Penyebaran Senjata Api di AS

    Internasional
    Perjalanan Daging Anjing di Medan, dari Pasar sampai Piring Makan (3)

    Perjalanan Daging Anjing di Medan, dari Pasar sampai Piring Makan (3)

    Regional
    Hendak Menanduk Pemilik Mobil, Kambing Malah Tersangkut di Kemudi

    Hendak Menanduk Pemilik Mobil, Kambing Malah Tersangkut di Kemudi

    Internasional
    Polisi Akan Panggil Elvy Sukaesih Terkait Kasus Narkoba Dhawiya

    Polisi Akan Panggil Elvy Sukaesih Terkait Kasus Narkoba Dhawiya

    Megapolitan
    Close Ads X