Sabtu, 26 Juli 2014

News / Edukasi

Nilai Rata-rata Sementara UKG 44,5

Sabtu, 4 Agustus 2012 | 10:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga hari ketiga, tercatat 373.415 guru TK hingga SMA/SMK telah mengikuti uji kompetensi guru. Dari hasil pengolahan terhadap 243.619 peserta UKG hari pertama dan kedua, nilai rata-rata sementara UKG tergolong rendah, hanya 44,5.

Hal itu dipaparkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Jumat (3/8), di Jakarta. ”Ada yang nilainya 91,12. Ada juga yang nol, salah semua,” kata Nuh. Yang diukur dalam UKG bukan hanya kemampuan pedagogi atau metode pengajaran, melainkan juga kapasitas pengetahuan dan pemahaman guru pada bidang ilmunya.

Kepala Badan Pengembangan SDM Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidik Kemdikbud Syawal Gultom menambahkan, standar nilai minimal yang ditentukan pemerintah adalah 70.

”Namun, hingga hari ketiga, dari 373.415 peserta yang ikut UKG, hanya sekitar 10 persen yang memperoleh nilai di atas 70,” kata Syawal.

Ada 316 kabupaten/kota yang nilai rata-ratanya di bawah rata-rata nasional. Hanya 92 kabupaten/kota yang nilainya di atas rata-rata nasional.

Menurut Nuh, dari hasil UKG itu ada yang menarik. Nilai Bahasa Indonesia untuk guru SMP berada di bawah rata-rata dan nilainya paling rendah daripada mata pelajaran lain. ”Ada yang harus dirombak untuk pengembangan kemampuan Bahasa Indonesia para guru,” katanya.

Biaya Rp 50 miliar


Nuh mengatakan, dari 4.158 tempat uji kompetensi (TUK), hanya 2.344 yang aktif, sedangkan 877 TUK gagal terkoneksi dengan jaringan internet. ”Bagi yang gagal terkoneksi dengan internet akan dihentikan,” kata Nuh.

Syawal menambahkan, soal-soal yang gagal terunduh atau tidak lengkap dalam internet tak akan dinilai. Misalnya, soal-soal yang menggunakan gambar atau grafis. ”Kami sudah menerima keluhan para guru,” ujarnya.

Adapun biaya UKG untuk 1.006.216 peserta, kata Syawal, sekitar Rp 50 miliar. Biaya ini terdiri dari Rp 50.000 untuk biaya pelaksanaan setiap peserta dan Rp 90.000 per hari untuk honor pengawas.

Sementara itu, sejumlah guru peserta UKG yang mengalami kendala dalam mengerjakan soal membuat laporan berita acara yang disampaikan kepada pengawas. Nia Kurniawati, guru SMPN 11 Bandung, misalnya, membuat berita acara karena gambar dan tabel tidak muncul di layar komputer. Guru lain juga melakukan langkah serupa. (LUK/ELN)


Penulis: Luki Aulia/Ester Lince Napitupulu
Editor : Caroline Damanik
Sumber: